Dec 13, 2016

MATERIALITAS DAN RISIKO

MATERIALITAS DAN RISIKO
1.      Salah saji yang ditemukan dalam suatu akun dapat dibedakan menjadi dua jenis: salah saji yang diketahui dan salah saji yang mungkin.
SEBAB
Salah saji yang diketahui merupakan salah saji yang berasal dari perbedaan antara pertimbangan manajemen dan auditor tentang estimasi saldo akun
A.    Pernyataan benar alasan benar
B.     Pernyataan salah alasan benar
C.     Pernyataan benar alasan salah
D.    Pernyataan salah alasan salah
E.     Pernyatan benar alasan benar dan berhubungan
Jawaban : C. Pernyataan benar alasan salah
Alasan : Salah saji yang diketahui merupakan salah saji dalam akun yang jumlahnya dapat ditentukan oleh auditor
Sumber : Buku Auditing AEB Hal 327

2.      Langkah-langkah dalam menerapkan materialitas
1. Mengistimasi salah saji dalam segmen
2. Menetapkan pertimbangan pendahuluan tentang materialitas
3. Mengalokasikan pertimbangan pendahuluan tentang materialitas ke segmen segmen
4. Meperkirakan salah saji gabungan
5. Membandingkan salah saji gabungan dengan pertimbangan pendahuluan
Urutan yang benar adalah . . .
A.    2-3-1-4-5
B.     2-3-4-1-5
C.     5-4-1-3-2
D.    2-5-1-3-4
E.     4-2-3-5-1
Jawaban : A. 2-3-1-4-5
Alasan : Urutan yang benar merupakan
1)      Menetapkan pertimbangan pendahuluan tentang materialitas
2)      Mengalokasikan pertimbangan pendahuluan tentang materialitas ke segmen segmen
3)      Mengistimasi salah saji dalam segmen
4)      Meperkirakan salah saji gabungan
5)      Membandingkan salah saji gabungan dengan pertimbangan pendahuluan
Sumber : Buku Auditing AEB Hal 319

3.      Risiko yang digunakan untuk mengukur penilaian auditor atas kemungkinan adanya salah saji (kekeliruan atau kecurangan) yang material dalam segmen, sebelum memperhitungkan keefektifan pengendalian internal merupakan . . .
A.    Risiko Pengendalian
B.     Risiko audit yang dapat diterima
C.     Risiko inheren
D.    Risiko Penugasan
E.     Risiko deteksi yang direncanakan
Jawaban : C. Risiko inheren
Alasan : Risiko inheren merupakan risiko yang mengukur penilaian auditor atas kemungkinan adanya salah saji (kekeliruan atau kecurangan) yang material dalam segmen, sebelum memperhitungkan keefektifan pengendalian internal
Sumber : Buku Auditing AEB Hal 332

4.      Salah satu faktor yang merupakan indikator yang baik mengenai derajat ketergantungan pemakai ekstern pada laporan keuangan adalah Ukuran Klien
SEBAB
Secara umum, semakin besar operasi klien, semakin luas pemakaian laporan keuangan
A.    Pernyataan benar alasan benar
B.     Pernyataan salah alasan benar
C.     Pernyataan benar alasan salah
D.    Pernyataan salah alasan salah
E.     Pernyatan benar alasan benar dan berhubungan
Jawaban : E. Pernyatan benar alasan benar dan berhubungan
Alasan : Ketika operasi klien besar pemakaian laporan keuangan pun semakin meluas maka hal ini pantas digunakan sebagai yang baik mengenai derajat ketergantungan pemakai ekstern
Sumber : Buku Auditing AEB Hal 335


5.      Dibawah ini yang bukan faktor yang harus dipertimbangkan auditor ketika menilai resiko inheren
A.    Sifat Bisnis Klien
B.     Unsur-unsur populasi
C.     Hasil audit sebelumnya
D.    Pihak-pihak yang terkait
E.     Penugasan akhir versus penugasan berulang
Jawaban : E. Penugasan akhir versus penugasan berulang
Alasan : faktor yang harus dipertimbangkan auditor ketika menilai resiko inheren adalah Penugasan awal versus penugasan berulang
Sumber : Buku Auditing AEB Hal 338


















 SOAL MANDIRI BAB 9 MATERIALITAS DAN RISIKO
1.      Salah saji yang ditemukan dalam suatu akun dapat dibedakan menjadi dua jenis: salah saji yang diketahui dan salah saji yang mungkin.
SEBAB
Salah saji yang diketahui merupakan salah saji yang berasal dari perbedaan antara pertimbangan manajemen dan auditor tentang estimasi saldo akun
A.    Pernyataan benar alasan benar
B.     Pernyataan salah alasan benar
C.     Pernyataan benar alasan salah
D.    Pernyataan salah alasan salah
E.     Pernyatan benar alasan benar dan berhubungan
Jawaban : C. Pernyataan benar alasan salah
Alasan : Salah saji yang diketahui merupakan salah saji dalam akun yang jumlahnya dapat ditentukan oleh auditor
Sumber : Buku Auditing AEB Hal 327

2.      Langkah-langkah dalam menerapkan materialitas
1. Mengistimasi salah saji dalam segmen
2. Menetapkan pertimbangan pendahuluan tentang materialitas
3. Mengalokasikan pertimbangan pendahuluan tentang materialitas ke segmen segmen
4. Meperkirakan salah saji gabungan
5. Membandingkan salah saji gabungan dengan pertimbangan pendahuluan
Urutan yang benar adalah . . .
A.    2-3-1-4-5
B.     2-3-4-1-5
C.     5-4-1-3-2
D.    2-5-1-3-4
E.     4-2-3-5-1
Jawaban : A. 2-3-1-4-5
Alasan : Urutan yang benar merupakan
1)      Menetapkan pertimbangan pendahuluan tentang materialitas
2)      Mengalokasikan pertimbangan pendahuluan tentang materialitas ke segmen segmen
3)      Mengistimasi salah saji dalam segmen
4)      Meperkirakan salah saji gabungan
5)      Membandingkan salah saji gabungan dengan pertimbangan pendahuluan
Sumber : Buku Auditing AEB Hal 319

3.      Risiko yang digunakan untuk mengukur penilaian auditor atas kemungkinan adanya salah saji (kekeliruan atau kecurangan) yang material dalam segmen, sebelum memperhitungkan keefektifan pengendalian internal merupakan . . .
A.    Risiko Pengendalian
B.     Risiko audit yang dapat diterima
C.     Risiko inheren
D.    Risiko Penugasan
E.     Risiko deteksi yang direncanakan
Jawaban : C. Risiko inheren
Alasan : Risiko inheren merupakan risiko yang mengukur penilaian auditor atas kemungkinan adanya salah saji (kekeliruan atau kecurangan) yang material dalam segmen, sebelum memperhitungkan keefektifan pengendalian internal
Sumber : Buku Auditing AEB Hal 332

4.      Salah satu faktor yang merupakan indikator yang baik mengenai derajat ketergantungan pemakai ekstern pada laporan keuangan adalah Ukuran Klien
SEBAB
Secara umum, semakin besar operasi klien, semakin luas pemakaian laporan keuangan
A.    Pernyataan benar alasan benar
B.     Pernyataan salah alasan benar
C.     Pernyataan benar alasan salah
D.    Pernyataan salah alasan salah
E.     Pernyatan benar alasan benar dan berhubungan
Jawaban : E. Pernyatan benar alasan benar dan berhubungan
Alasan : Ketika operasi klien besar pemakaian laporan keuangan pun semakin meluas maka hal ini pantas digunakan sebagai yang baik mengenai derajat ketergantungan pemakai ekstern
Sumber : Buku Auditing AEB Hal 335


5.      Dibawah ini yang bukan faktor yang harus dipertimbangkan auditor ketika menilai resiko inheren
A.    Sifat Bisnis Klien
B.     Unsur-unsur populasi
C.     Hasil audit sebelumnya
D.    Pihak-pihak yang terkait
E.     Penugasan akhir versus penugasan berulang
Jawaban : E. Penugasan akhir versus penugasan berulang
Alasan : faktor yang harus dipertimbangkan auditor ketika menilai resiko inheren adalah Penugasan awal versus penugasan berulang
Sumber : Buku Auditing AEB Hal 338

Sep 10, 2015

Seperti Kemarin

Aku datang kesini lagi
ya aku memang selalu datang
tempat yang aku rasakan menjadi tempatku seharusnya
Bukan tempat yang megah atau seperti apa
Tapi keriduanku senantiasa menyala-nyala
Kutemukan mereka dari berbagai latar belakang
Berbagai karakter
Entah kenapa perbedaan kita bukanlah batu sandungan
Tapi hari ini yang kutemukan sungguh berbeda 
Berbeda dengan hari kemarin
hari satu bulan lalu, atau dua bulan lalu, atau lebih
Dimana di tempat ini kita benar-benar menjadi sebuah keluarga
satu misi dan visi
sungguh bahagia rasanya
mengerjakan apa yang sewajarnya
 Dibarengi kebersamaan, dibarengi canda tawamu
Sungguh gundah rasanya
Kemana semua itu pergi?
Apakah kamu menemukan tempat yang baru?
Lebih berjiwa dari tempat ini?
Aku rasa tidak
Tidak ada yang melebihi tempat ini
Seperti yang kita ucapkan di hari kemarin
Teman.. Apakah kamu merasa bosan?
Tidak kami tidak mungkin merasa bosan
Aku mengenalmu
Kamu hanya melampiaskannya ke kata bosan
Keraguanmu untuk mengungkapkan sebenarnya
Apakah dalam hatimu ada yang mengganjal?
 Apakah dalam hatimu seperti ada meluap dan harus dikeluarkan?
Ayolah, aku sungguh sungguh bersedia menerima luapan itu
Ungkapan itu.. ucapkanlah..
Aku mendengarkan
Mari menemukan solusinya bersama
Bukankah itu yang seharusnya dilakukan seorang keluarga?
Bukankah kita juga harus saling mengingatkan?
Mengingatkan bahwa kita melupakan hal yang sangat mendasar
Yang menjadi poin kita muncul tempat ini
Kita semua ingin menjadi pelayan
menjadi Pelayan untuk Tuhan kita
Demi Kemuliaan Tuhan kita yang lebih besar lagi

Hei kamu 
kamu yang kutemukan ditempat ini..
Yang harus selalu kamu ingat
Aku sungguh mengasihimu..


#pmpt

Pribadi Tanpa Topeng

Apa yang salah dengan dunia ini
Dunia  yang seharusnya sempurna
Apakah ada kata yang lebih dari sempurna
ya yang seharusnya tergambar dalam kata itu
Dan itu cuma-cuma.. cuma-cuma!
Dari Sang Pencipta
Kenapa kita, ManusiaNya
Hidup di dalam dunia ini
Bermuka dua? tiga? empat? ah sudahlah!
Apakah gunanya? 
apakah kita diciptakan untuk seperti itu?
Apakah kita hanya butuh pandangan dari sesama kita?
Apa yang ingin kita dengar hanya pujian?
yang tak jarang menjadi kepalsuan jua
Ketika semua kebohongan itu menjalar disana 
apakah anda tidak merasa sesak didalam dada?
Kita sukses, sukses, sukses dalam pencitraan
Tapi untuk apa?
untuk apa?
Untuk apa semuanya kelihatan baik? Hanya kelihatan!
Toh kita semua milik siapa?
Seorang Pencipta sungguh mengenali kreasiNya
Untuk apa berpura-pura
Kita hidup untuk sang pencipta semata
Jadilah apa yang diinginkanNya
Untuk apa peduli dengan pandangan mereka?
Marilah kita lepaskan, lepaskan topeng kita
Menjadi Pribadi tanpa topeng
Jadilah apa adanya!


#pmpt


Mar 24, 2015

SAMOSIR



POTENSI DAERAH KABUPATEN SAMOSIR

Kabupaten Samosir merupakan salah satu Kabupaten yang ada Provinsi Sumatera Utara dan merupakan salah satu icon penting dari provinsi ini. Kenapa saya mengatakan salah satu icon penting karena sejauh ini daerah ini sudah memberikan sumbangsih yang sangat besar kepada Provinsi Sumatera dimana daerah ini menyimpan potensi besar baik dibidang pariwisata, pertanian, perikanan, dan kehutanan. 

1.     BIDANG PARIWISATA
ü  Alam
Kabupaten Samosir memiliki potensi wisata yang sangat besar dan bisa dikatakan area kunci di daerah ini, dimana daerah ini memiliki Danau terbesar di Indonesia yaitu Danau Toba yang mengelilingi Kabupaten Samosir, selain itu pemandangan yang sangat tak kalah menarik yakni antara perpaduan Danau Toba, bukit-bukit dan Gunung Pucuk Buhit yang juga terletak di daerah ini. Bahkan masih banyak keindahan alam yang kurang terekspos ke dunia luar padahal keindahannya tidak kalah dengan tempat wisata lain seperti Air terjun harian.
Akan tetapi kurangnya perhatian dan kesadaran Penduduk maupun Pemerintah lumayan meredupkan potensi ini, bisa kita lihat banyaknya keramba dan eceng gondok yang menghalangi keindahan Danau Toba ini. Oleh karena itu perlunya kesadaran penduduk dan perhatian lebih Pemerintah daerah ini. Akan tetapi dari hal ini telah tercipta potensi baru, yakni kita bisa menciptakan usaha kerajinan untuk mendayagunakan eceng gondok tersebut menjadi tas dan kita juga bisa medirikan pabrik kertas yang terdapat dari eceng gondok.
ü  BUDAYA
Samosir memiliki Budaya yang sangat kental dan menarik yaitu Budaya Batak. Banyak Objek wisata budaya yang  dimiliki, yakni:
1)         Pertunjukan Sigale-gale, berada di Tomok adalah kesenian rakyat berbentuk patung yang dibuat sedemikian sehingga dapat menari mengikuti irama musik tradisional gondang
2)         Gedung Kesenian, bangunan tempat atraksi budaya dan seni, berada di Tuktuk Siadong.
3)         Makam Raja Sidabutar, berada di Tomok, makam yang terbuat dari batu utuh tanpa persambungan yang dipahat untuk tempat peristirahatan Raja Sidabutar pengusa kawasan Tomok pada masa itu.
4)         Batu Parsidangan, berada di desa Siallagan adalah batu yang disusun sedemikian pada masa pemerintahan Raja Siallagan untuk tempat mengadili dan mengeksekusi para kriminal.
5)         Museum Huta Bolon, tempat penyimpanan benda-benda kuno orang Batak.
Tentu dengan keindahan pariwisata yang dimiliki tempat ini telah mengundang banyak wisatawan, dan bagaimana cara kita untuk mempertahankan maupun untuk menambah wisatawan untuk mengunjungi tempat ini. Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung tentu akan menunjang potensi lain, yaitu Akomodasi di Bidang Perhotelan, Restoran, dll.

2.     BIDANG PERTANIAN
Tanah yang tak kalah subur memiliki potensi yang sangat besar dalam menunjang kehidupan ekonomi para penduduk Kabupaten Samosir. Para penduduk mayoritas bekerja sebagai petani. Para petani ini umumnya memiliki kebun kopi, mangga, cabai dan adapula yang menanam padi. Potensi kopi merupakan hal yang paling besar dibidang pertanian dimana pada tahun 2011 produksi kopi mencapain 2630 ton dan menurun pada tahun 2012 menjadi  1902 ton, untuk itu Pemerintah perlu mengadakan kebijakan untuk mengajari para petani dalam hal pemuliaan maupun budiaya tanaman demi mendapatkan hasil yang lebih besar.
3.     BIDANG PERIKANAN
Danau Toba yang seluas 1130 km2 tentunya memiliki potensi yang sangat besar dibidang perikanan, danau ini memiliki jenis ikan yang beragam salah satu yang sangat terkenal ialah ikan pora (ikan dewa) dimana dulu, Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri pada 2004 lalu, menaburkan benih ikan pora-pora ke sejumlah pembudidaya ikan. Seiring waktu, ikan ini berkembang pesat, sehingga hampir di seluruh bagian Danau Toba bisa dijumpai ikan pora-pora dan ikan ini sempat menjadi sumber penghasilan utama para pembudidaya ikan, dan ikan ikan lain seperti ikan mas, ikan jahir, ikan buricak, lele, dll. Budidaya yang serius dan berkelanjutan tentu bisa meningkatkan perekonomian didaerah ini. Tentu kita bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan mantan Presiden Megawati mecoba hal-hal baru dalam pengembangan perikanan di daerah Danau Toba ini.
4.     BIDANG KEHUTANAN
Kabupaten Samosir memiliki potensi hutan yang tak kalah pula dan memerlukan pengembangan dan perhatian lebih, daerah samosir ini memiliki luas hutan 62.120,16 hektar. Dari hasil pelaksanaan re-enumerasi petak ukur permanen (PUP) yang dilaksanakan oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah I Medan di Kabupaten Samosir, diperoleh data-data jenis pohon yang tumbuh di kawasan hutan Samosir, antara lain : Pinus, Sampinur, Eucalyptus (untuk hutan tanaman), Kandis, Loba, Medang, Jambu-Jambu, Turi-Turi, Hoting, Kulitasi, Tinggiran, Kemenyan, dan Haundolok. Selain jenis kayu hutan di kawasan hutan samosir juga terdapat hasil hutan non kayu seperti Rotan. Adapun jenis jenis rotan adalah Rotan Manau, Rotan Cacing, Rotan lainnya.
Sumber Daya Hutan yakni hasil hutan kayu maupun bukan kayu ini sangat berpotensi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat maupun daerah akan tetapi perlunya menciptakan hutan yang lestari menjadi kewajiban yang harus diperhatikan masyarakat maupun pemerintah.