Mar 24, 2015

SAMOSIR



POTENSI DAERAH KABUPATEN SAMOSIR

Kabupaten Samosir merupakan salah satu Kabupaten yang ada Provinsi Sumatera Utara dan merupakan salah satu icon penting dari provinsi ini. Kenapa saya mengatakan salah satu icon penting karena sejauh ini daerah ini sudah memberikan sumbangsih yang sangat besar kepada Provinsi Sumatera dimana daerah ini menyimpan potensi besar baik dibidang pariwisata, pertanian, perikanan, dan kehutanan. 

1.     BIDANG PARIWISATA
ü  Alam
Kabupaten Samosir memiliki potensi wisata yang sangat besar dan bisa dikatakan area kunci di daerah ini, dimana daerah ini memiliki Danau terbesar di Indonesia yaitu Danau Toba yang mengelilingi Kabupaten Samosir, selain itu pemandangan yang sangat tak kalah menarik yakni antara perpaduan Danau Toba, bukit-bukit dan Gunung Pucuk Buhit yang juga terletak di daerah ini. Bahkan masih banyak keindahan alam yang kurang terekspos ke dunia luar padahal keindahannya tidak kalah dengan tempat wisata lain seperti Air terjun harian.
Akan tetapi kurangnya perhatian dan kesadaran Penduduk maupun Pemerintah lumayan meredupkan potensi ini, bisa kita lihat banyaknya keramba dan eceng gondok yang menghalangi keindahan Danau Toba ini. Oleh karena itu perlunya kesadaran penduduk dan perhatian lebih Pemerintah daerah ini. Akan tetapi dari hal ini telah tercipta potensi baru, yakni kita bisa menciptakan usaha kerajinan untuk mendayagunakan eceng gondok tersebut menjadi tas dan kita juga bisa medirikan pabrik kertas yang terdapat dari eceng gondok.
ü  BUDAYA
Samosir memiliki Budaya yang sangat kental dan menarik yaitu Budaya Batak. Banyak Objek wisata budaya yang  dimiliki, yakni:
1)         Pertunjukan Sigale-gale, berada di Tomok adalah kesenian rakyat berbentuk patung yang dibuat sedemikian sehingga dapat menari mengikuti irama musik tradisional gondang
2)         Gedung Kesenian, bangunan tempat atraksi budaya dan seni, berada di Tuktuk Siadong.
3)         Makam Raja Sidabutar, berada di Tomok, makam yang terbuat dari batu utuh tanpa persambungan yang dipahat untuk tempat peristirahatan Raja Sidabutar pengusa kawasan Tomok pada masa itu.
4)         Batu Parsidangan, berada di desa Siallagan adalah batu yang disusun sedemikian pada masa pemerintahan Raja Siallagan untuk tempat mengadili dan mengeksekusi para kriminal.
5)         Museum Huta Bolon, tempat penyimpanan benda-benda kuno orang Batak.
Tentu dengan keindahan pariwisata yang dimiliki tempat ini telah mengundang banyak wisatawan, dan bagaimana cara kita untuk mempertahankan maupun untuk menambah wisatawan untuk mengunjungi tempat ini. Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung tentu akan menunjang potensi lain, yaitu Akomodasi di Bidang Perhotelan, Restoran, dll.

2.     BIDANG PERTANIAN
Tanah yang tak kalah subur memiliki potensi yang sangat besar dalam menunjang kehidupan ekonomi para penduduk Kabupaten Samosir. Para penduduk mayoritas bekerja sebagai petani. Para petani ini umumnya memiliki kebun kopi, mangga, cabai dan adapula yang menanam padi. Potensi kopi merupakan hal yang paling besar dibidang pertanian dimana pada tahun 2011 produksi kopi mencapain 2630 ton dan menurun pada tahun 2012 menjadi  1902 ton, untuk itu Pemerintah perlu mengadakan kebijakan untuk mengajari para petani dalam hal pemuliaan maupun budiaya tanaman demi mendapatkan hasil yang lebih besar.
3.     BIDANG PERIKANAN
Danau Toba yang seluas 1130 km2 tentunya memiliki potensi yang sangat besar dibidang perikanan, danau ini memiliki jenis ikan yang beragam salah satu yang sangat terkenal ialah ikan pora (ikan dewa) dimana dulu, Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri pada 2004 lalu, menaburkan benih ikan pora-pora ke sejumlah pembudidaya ikan. Seiring waktu, ikan ini berkembang pesat, sehingga hampir di seluruh bagian Danau Toba bisa dijumpai ikan pora-pora dan ikan ini sempat menjadi sumber penghasilan utama para pembudidaya ikan, dan ikan ikan lain seperti ikan mas, ikan jahir, ikan buricak, lele, dll. Budidaya yang serius dan berkelanjutan tentu bisa meningkatkan perekonomian didaerah ini. Tentu kita bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan mantan Presiden Megawati mecoba hal-hal baru dalam pengembangan perikanan di daerah Danau Toba ini.
4.     BIDANG KEHUTANAN
Kabupaten Samosir memiliki potensi hutan yang tak kalah pula dan memerlukan pengembangan dan perhatian lebih, daerah samosir ini memiliki luas hutan 62.120,16 hektar. Dari hasil pelaksanaan re-enumerasi petak ukur permanen (PUP) yang dilaksanakan oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah I Medan di Kabupaten Samosir, diperoleh data-data jenis pohon yang tumbuh di kawasan hutan Samosir, antara lain : Pinus, Sampinur, Eucalyptus (untuk hutan tanaman), Kandis, Loba, Medang, Jambu-Jambu, Turi-Turi, Hoting, Kulitasi, Tinggiran, Kemenyan, dan Haundolok. Selain jenis kayu hutan di kawasan hutan samosir juga terdapat hasil hutan non kayu seperti Rotan. Adapun jenis jenis rotan adalah Rotan Manau, Rotan Cacing, Rotan lainnya.
Sumber Daya Hutan yakni hasil hutan kayu maupun bukan kayu ini sangat berpotensi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat maupun daerah akan tetapi perlunya menciptakan hutan yang lestari menjadi kewajiban yang harus diperhatikan masyarakat maupun pemerintah.


PENYUSUNAN LAPORAN HASIL AUDIT


Tahap pelaporan adalah tahap yang paling penting dari siklus pekerjaan audit kinerja. Laporan audit harus memberikan nilai tambah  bagi pemangku kepentingan (stakeholder), yaitu lembaga legislatif, pemerintah, media, publik maupun akademisi. Oleh karena itu laporan audit harus disusun sebaik mungkin.
 
TUJUAN DAN MANFAAT PELAPORAN AUDIT KINERJA
Secara umum, manfaat laporan audit adalah sebagai alat komunikasi antara antara auditor dan auditee serta pejabat pemerintah  yang berwenang sehingga terhindar dari kesalahpahaman dan salah tafsir terhadap hasil audit.
Pada audit Kinerja, tujuan hasil pelaporan audit adalah menyediakan informasi, rekomendasi dan penilaian yang independen bagi para pengguna laporan mengenai pelaksanaan kegiatan entitas yang diaudit, apakah telah diselenggarakan secara ekonomis, efisien, dan efektif.

KARAKTERISTIK LAPORAN YANG BAIK
Karakteristik laporan audit kinerja yang baik menurut Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) adalah sebagai berikut.
1.      Tepat waktu
2.      Lengkap
3.      Akurat
4.      Objektif
5.      Meyakinkan
6.      Jelas
7.      Ringkas

PELAPORAN AUDIT KINERJA SEBAGAI SUATU PROSES
Pelaporan audit kinerja dapat dipandang sebagai suatu  proses yang berkelanjutan. Sebelum menghasilkan laporan audit akhir, selama pelaksanaan audit, tim audit akan menghasilkan berbagai  bentuk laporan.
Lembar Diskusi
Lembar Diskusi memuat penyimpangan-penyimpangan yang ditemukan oleh auditor yang perlu dimintakan penjelasan dari pejabat yang bertanggung jawab atas kegiatan yang sedang diaudit.


Observasi Audit
Berdasarkan hasil diskusi dengan pejaba yang bertanggung jawab, auditor harus melakukan observasi audit guna meyakinkan kebenaran informasi yang disampaikan oleh entitas.
Draf Laporan Audit Kinerja
Draf laporan audit sebaiknya menjelaskan tujuan dan lingkup audit untuk memungkinkan pembaca memahami tujuan audit. Draf laporan juga harus mengindikasikan (jika ada) pembatasan atas lingkup audit, alasan pembatasan tersebut, dan usaha yang dilakukan untuk menanganinya.
STRUKTUR DAN CARA PENYAJIAN LAPORAN
Struktur Laporan
1)      Judul
2)      Ringkasan
3)      Pendahuluan
4)      Tujuan dan Ligkup audit
5)      Waktu Pelaporan
6)      Kriteria Audit
7)      Metodologi
8)      Temuan
9)      Simpulan dan rekomendasi
10)  Daftar istilah
Langkah-langkah penyusunan Laporan Audit
1)      Menyusun Konsep Laporan
2)      Mendapatkan Komentar Instansi
3)      Menyusun Lapooran akhir

TEMUAN AUDIT



PENGERTIAN TEMUAN AUDIT
Secara sederhana, yang dimaksu dengan temuan audit adalah masalah-masalah penting (material) yang ditemukan selama audit berlangsung dan masalah tersebut pantas untuk dikemukakan dan dikomunikasikan dengan entitas yang diaudit karena mempunyai dampak terhadap perbaikan dan peningkatan kinerja- ekonomi, efisiensi, dan efektivitas.

CARA PENGUNGKAPAN TEMUAN AUDIT
Dalam pengungkapan temuan audit sering dijumpai anggapan yang kurang tepat, yaitu bahwa setiap audit harus mengharuskan temuan negatif. Memasukkan temuan yang negatif ataupun positif dalam laporan membuaat laporan semakin seimbang dan objektif, yang cenderung meningkatkan profesionalisme auditor.

KOMUNIKASI TEMUAN AUDIT
Temuan audit merupakan fakta yang disusun berdasarkan data dari sudut pandang auditor. Sebelum menjadi bahan laporan audit secara formal, data atau angka-angka perlu dimutakhirkan dan divalidasi.

CIRI-CIRI TEMUAN AUDIT YANG BAIK
Terdapat tiga ciri temuan audit yang baik, yaitu :
1.      Temuan audit harus didukung bukti yang memadai
Semua unsur temuan harus didukung oleh bukti yang cukup
2.      Temuan audit harus penting (material)
Penting dan tiddaknya suatu temuan diindikasikan apabila pengguan laporan mengambil tindakan atau kebijakannya berdasarkan informasi yang ada didalam laporan atau temuan tersebut.
3.      Temuan audit harus mendukung unsur temuan (Kondisi, Kriteria, dan sebab- akibat)
Dalam melakukan audit kinerja, kosakata yang terpatri adakah kondisi, kriteria, dan sebab-akibat pengalaman dilapangan menunjukkan bahwa kesulitan dalam pembuatan laporan audit yang cepat dan mudah dipahami seringkali berkaitan dengan pengembangan dan pengorganisasian atribut tersebut dalam laporan
Komponen Temuan Audit :
1)      Kondisi
Kondisi adalah gambaran situasi yang sebenarnya terjadi dilembaga atau diorganisasi yang diaudit seperti pada tahap pemahaman terhadap entitas yang diaudit
2)      Kriteria
Kriteria adalah sesuatu yang seharusnya terjadi di organisasi yang diaudit, yang pada umumnya berupa standar masukan (input) serta standar proses kerja dan standar hasil (output), baik bersifat kuantitatif atau kualitatif.
3)      Sebab-akibat
Dengan mengetahui sebab suatu masalah secara jelas, auditor akan lebih mudah membuat rekomendasi yang tepat untuk mengadakan perbaikan kinerja entitas yang diaudit.
Akibat
Untuk mengetahui penting tidaknya temuan yang diungkapkan, auditor perlu menentuka “akibat” atau kemungkinan akibat yang timbul

PENYUSUNAN DAN PENGEMBANGAN TEMUAN AUDIT
Langkah-langkah yang diperlukan dalam menyusun temuan audit adalah sebagai berikut.
a)      Kenali fakta atau kondisi secermat mungkin
b)      Tetapkan kriteria yang sesuai bagi entitas
c)      Tentukan apakah ada perbedaan yang signifikasn antara kondisi dan kriteria yang akanmenghasilkan temuan audit
d)     Identifikasi dampak yang timbul oleh temuan audit tersebut
Adakn suatu analisis hubungan antara penyebab, kondisi, dan akibat