May 22, 2013

Bisnis Online



1.     Apa yang menjadi kunci sukses Amazon.com?
Amazon.com bukanlah yang pertama kali melakukan penjualan buku melalui internet, sang inovator adalah Charles Stack yang membuat situs books.com.  Justru amazon.com yang merupakan pemain ketiga di pasar penjualan buku online begitu kuat bahkan bisa mengantarkan Jeff Bezos ke dalam daftar orang terkaya di dunia.
            Jeff Bezos sendiri telah mempelajari seluk beluk bisnis di bidang ini jauh sebelum membuat amazon.com. Beliau juga mempelajari teknologi internet itu sendiri, sehingga membuat Jeff begitu ahli dalam bidang e-commerce. Hal inilah yang mungkin tidak dimiliki oleh Charles Stack.
            Tidak hanya menguasai e-commerce, Jeff juga membangun tim yang kuat dan berkompetensi di bidangnya masing-masing. Hal ini sangatlah penting dalam membangun bisnis. Bisnis tidak dapat dilakukan sendirian.
            Jeff tidak segan-segan mengeluarkan biaya yang besar untuk amazon.com. Ia menambahkan search engine ke dalam situsnya, search engine ini dibelinya dari perusahaan Junglee. Search engine sangat memudahkan pembeli untuk mencari apa yang mereka butuhkan di amazon.com. Jeff juga membangun jaringan distribusi yang kuat untuk pengiriman barang, hal inilah yang membuat amazon.com semakin sulit ditandingi perusahaan lain. Tampaknya Jeff sangat paham bahwa konsumen benar-benar menyukai ‘kemudahan’.
            Yang tak kalah menarik adalah nama amazon itu sendiri. Dalam dunia bisnis merk sangatlah penting, ‘amazon’ adalah sebuah kata yang sangat mudah diingat dan tidak terlalu panjang. Pemilihan merk ini juga memiliki peran besar dalam kesuksesan amazon.com.




2. Jelaskan bagaimana Jeff menciptakan peluang bisnis amazon!
Pertama mindset yang ia miliki berbeda dari kebanyakan orang pada umumnya. Kita hidup di dunia (negara) di mana kita tidak terbiasa berfikir tentang apa yang kiranya bisa kita ciptakan. Meminjam istilah psikoanalis Erich Fromm, kita hidup di negeri di mana mindset utamanya adalah memiliki (to have), bukan menjadi/berkarya (to be). Nah Jeff Bezos berpegang pada mindset utamanya yaitu berkarya sehingga ia dapat menciptakan ide2 brilian yang membuka lebar peluang bisnis untuk dirinya sendiri. Jeff yang selepas kuliah bekerja sebagai manajer administrasi dan pengembangan di FITELL sebuah perusahaan yang sedang menciptakan jejaring komputer untuk menangani bisnis keuangan internasional, mengundurkan diri karena FITTEL tidak berkembang sebagaimana yang dia diharapkan walaupun ia mendapat jabatan sebagai wakil direktur. Dia pindah pekerjaan sebagai asisten wakil presiden direktur untuk Global Fiduciary Service di Bankers trust dan setelah itu ia bekerja sebuah perusahaan yang meneliti peluang bisnis baru dalam beragam bidang mulai dari perangkat lunak komputer hingga asuransi. Inovasi yang ia lakukan membuatnya diangkat menjadi wakil presiden direktur. Kemampuannya dalam bidang IT membuatnya melihat ada peluang bisnis besar melalui internet. Jeff menginventaris apa saja yang bisa dijual lewat internet dan membuat daftar 20 barang yang terlaris mulai dari peralatan kantor , musik, pakaian hingga perangkat lunak komputer. Setelah sekian lama mempelajari, jeff menemukan bahwa buku adalah hal yang teratas dalam daftar itu. Ide yang ia munculkan ini tidak mendapat respon positif  dari bosnya sehingga ia mengundurkan diri dan memulai usahanya sendiri. Dengan ketekunan, keahlian teknis, dan komitmen terhadap kualitas yang ia miliki, Jeff mendirikan amazon com walaupun awalnya hanya bermula dari sebuah garasi. Dia mengharapkan usahanya berkembang sebesar sungai amazon dan begitulah faktanya. Lalu mengapa amazon.com menuai sukses besar? Jawabannya karena jeff dan timnya telah berhasil membuat sistem sehingga proses belanja online menjadi proses belanja yang mudah dan menyenangkan. Amazon.com juga sangat memperhatikan konsumennya dengan mencatat dan menyimpan data yang dibeli konsumennya dan merekomendasikan buku serupa dan terkait. Akhirnya amazon.com tumbuh berkembang dari toko buku menjadi toko serba ada online dengan menjual apa saja yang bisa dijual di internet seperti elektronik, pakaian, sepatu, sofaware, MP3 download dll. Jeff bezos membuat 6 prinsip sehingga bisnisnya bisa berkembang seperti sekarang ini yaitu:

1. Obsesi pelanggan. memberi pelayanan kepada pelanggan dengan harga senmurah mungkin dan waktu secepat mungkin. 
2.Kepemilikan. semua karyawan diberi peluang untuk menjadi pemegang saham di amazon.com. 
3. Ambil tindakan segera. Jeff bezos suka sekali menggunakan kata kata: lakukan sekarang, wujudkanlah, jangan menunda nunda. Dan tentu saja ditambah kata Tumbuh Besar dengan Cepat.
4. Kesederhanaan. Jeff Bezos selalu berusaha membuat sistem yang sederhana dan tidak pernah menghamburkan uang untuk dekorasi atau kemewahan.
5. Standar karyawan yang tinggi. Amazon.com tetap menginginkan memiliki karyawan yang cerdas. mereka disaring lewat daftar riwayat hidup dan wawancara untuk menemukan mereka. 
6. Inovasi. Amazon.com terus memperkenalkan ide baru, sistem baru dan penawaran baru kepada pelanggannya. 

Kemampuan Jeff Bezos membaca situasi pada saat itu, membuatnya bisa menangkap peluang bisnis sehingga amazon bias menjadi perusahaan online terbesar saat ini.


3. Darimana ide bisnis amazon muncul?
Pada 1992, di masa awal pertumbuhan internet, Jeff Bezos sebetulnya mulai melihat potensi luar biasa dari kedahsyatan pemasaran internet. Pada saat itu belum ada perusahaan seperti Amazon ketika Bezos sedang meneliti perangkat lunak dan internet untuk sebuah perusahaan di New York City. Dia tertarik dengan kemungkinan mendirikan usaha menjual buku melalui World Wide Web dengan cara yang hampir sama seperti perusahaan yang menerima pesanan dan menjual buku melalui pos. Semakin dia menekuni seluk beluk internet dan melakukan riset untuk barang terlaris yang dijual lewat surat. Hasilnya, buku berada di peringkat teratas. Sejak itu dia menyadari bisnis buku sebagai bisnis raksasa. Setelah bertemu dengan para penerbit terkemuka di Amerika Serikat, Jeff Bezos semakin yakin dengan idenya itu.
Kemudian Jeff Bezos mencoba mengusulkannya kepada bosnya, David Shaw. Namun sang bos tidak tertarik. Lalu Jeff mengajak koleganya, MacKenzie. Dan Jeff kembali mundur dari perusahaan tempatnya bekerja. Bersama MacKenzie, sang partner bisnis, dia membangun bisnis tersebut. Orang tua Jeff Bezos pun ikut mendukung. Bahkan menyiapkan dana pendukung sebesar sekitar 300 ribu US dollar, yang sebetulnya dana simpanan masa tuanya.
Bisnis pun dimulai. Sebuah rumah mungil di Seattle dibeli. Garasi rumah itu disulap menjadi tempat kerja. Jeff dan MacKenzie merekrut beberapa programer. Mereka awalnya berkonsentrasi untuk membuat bank data yang dapat menyimpan semua pesanan buku dan informasi pelanggan dan juga mengembangkan software yg dapat memproses pesanan pelanggan.
Tidak ketinggalan Jeff mengupgrade kemampuan marketingnya dengan mengikuti kursus penjualan buku secara intensif. Dia sadar betul pentingnya belajar sebagai investasi dalam bisnis.
Selama proses persiapan tersebut, Jeff Bezos sempat dipusingkan dengan dana untuk menggaji para karyawannya. Meski dia masih punya tabungan dari hasil bekerjanya selama ini, dia sadar kalau tidak bisa terus menerus seperti itu. Maka Jeff Bezos pun mencari investor. Kenalan dan teman-temannya dihubunginya. Dari 62 orang yang ditawari, 22 orang yang bersedia. Mereka masing-masing menanamkan modal 50 ribu dollar dan pada 6 Juli 1995, Amazon.com diluncurkan.


4. Carilah model bisnis seperti amazon.com di Indonesia!
Model bisnis seperti amazon.com di Indonesia yaitu:
a.      Zalora.co.id
Zalora adalah situs web belanja kebutuhan fashion yang menawarkan produk-produk dari berbagai brand terkemuka, baik local maupun internasional. Zalora didirikan pada tahun 2012 dan merupakan salah satu cabang belanja online terbesar di eropa. Kelebihan yang ditawarkan oleh zalora yakni pelanggan tidak dikenakan biaya pengiriman ke seluruh Indonesia dan menyediakan garansi pengembalian barang apabila pelanggan tidak puas atas produk yang diterimanya. Garansi tersebut berlaku selama 7 hari.
b.      Tokobagus.com
Tokobagus.com adalah pusat jual beli online terbesar di Indonesia. Tokobagus merupakan tempat untuk mencari barang baru dan bekas berkualitas seperti produk handphone murah, computer, fashion, mobil bekas, motor, rumah dan property, peralatan rumah tangga, aneka jasa, dan juga lowongan kerja. Untuk para penjual, pasang iklan gratis adalah salah satu layanan yang disediakan oleh tokobagus.com. Iklan tersebut akan dilihat oleh ratusan ribu orang setiap harinya. Bertransaksi di tokobagus.com, baik jual maupun beli tidak dikenakan biaya, semua disediakan gratis. Penjualan tokobagus.com meliputi seluruh provinsi di Indonesia sehingga tampilan tokobagus.com memiliki [pilihan tempat dan kategori agar memudahkan konsumen dalam jual beli. Tokobagus.com juga menampilkan produk secara detail dan lengkap dengan alamat pemilik barang sehingga kita bisa langsung bertransaksi dengan pemilik untuk menghindari penipuan.
c.       Tokobagus-online.com
Merupakan webstore yang tidak ada hubungannya dengan tokobagus.com, walaupun sekilas kita melihat ada kemiripan nama. Tokobagus-online.com melakukan kerjasama dengan beberapa rekanan pemilik barang (distributor-get low price) untuk dipasarkan melalui tokobagus-online.com. Rekanan yang bekerja dengan tokobagus-online.com, akan menaati semua peraturan yang ditetapkan oleh tokobagus-online.com baik itu dalam pengiriman barang, kualitas barang, harga barang, hingga diskon yang diberikan. Tokobagus-online.com akan memastikan kepuasan pelanggan, semua complain dari pelanggan akan menjadi masukan untuk tokobagus-online.com.
Tokobagus-online.com bertanggungjawab penuh terhadap semua produk yang dijual, jaminan kualitas, jaminan pengiriman, harga yang ditawarkan, dan kepastian pengiriman barang. Hal ini bertujuan untuk menghindari penipuan belanja online.

5. Apa kelemahan toko buku online di Indonesia?
Modernitas adalah hal yang berkaitan dengan praktis , mudah , simple dan efisien. Hal tersebut merupakan peluang bisnis yang sangat potensial dan dapat terjawab dengan perkembangan toko online di Indonesia semakin menggembirakan. Berbagai jenis usaha belakangan marak diusahakan secara online. Dari jualan baju, tas, sepatu, makanan, hingga buku.
Namun dibandingkan toko online yang menjual pakaian atau busana, daya tarik toko buku online tampaknya masih kalah jauh. Bahkan kalau diperhatikan, jumlah kunjungan pada situs atau toko buku online masih jauh dari menggembirakan.
Memang dibandingkan membeli buku di toko buku online, masyarakat masih lebih suka mengunjungi toko buku offline. Selain dapat memilih dan membandingkan dengan buku dari berbagai penerbit lainnya, membeli buku secara langsung juga terasa lebih puas. Belum lagi suasana toko buku offline terasa lebih kuat dari pada sekedar melakukan transaksi buku secara online. 
Selain itu, salah satu kelemahan kebanyakan bisnis online pada umumnya adalah soal kepercayaan. Baik menyangkut kepercayaan terhadap pengiriman produknya maupun kepercayaan terhadap kredibilitas pemilik situs atau toko online itu sendiri.


Fenomena Bisnis E-Book
Salah satu fenomena yang mengiringi perkembangan toko buku online adalah munculnya bisnis e-book di internet. Ada beberapa yang menarik dari fenomena bisnis e-book ini, diantaranya :
  • E-book sebagai buku yang ditulis melalui komputer dan dijual secara online tidak memiliki ukuran standar menyangkut harga jualnya. Tak sedikit e-book yang dijual seharga Rp 200 ribu lebih padahal ketebalannya kurang dari 150 halaman. Hal ini berbeda dengan buku cetak yang harga jualnya biasanya sekitar 5 hingga 6 kali dari biaya produksi. 
  • Bisnis e-book dilakukan melalui promosi yang demikian heboh dan digelorakan sebagai cara untuk mendapatkan penghasilan dan kaya secara mendadak. Kondisi yang tidak kondusif ini mengaburkan batasan atau pengertian e-book, dan lebih sering dicampur aduk dengan pengertian program komputer atau mesin robot yang bekerja secara otomatis.
Kondisi tersebut, secara tidak langsung, mempengaruhi bisnis buku secara online pada umumnya. Apalagi belakangan muncul penolakan terhadap bisnis e-book yang ditengarai mengandung unsur manipulasi terhadap isi buku yang ditulisnya. 
Oleh karena itu diharapkan, para pelaku bisnis took buku online dapat meningkatkan kredibilitasnya sehingga memperoleh kepercayaan consumer. Hal ini dapat membuat took buku online di Indonesia dapat berkemvang dengan baik. Satu hal yang paling penting juga adalah pengetahuan masyarakat tentang e-book. Banyak orang belum paham apa itu e-book dan apa manfaatnya sehingga pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan adanya e-book juga berpengaruh terhadap berkembangnya bisnis ini.



6. Mengapa perkembangan bisnis online di Indonesia tidak secepat pertumbuhan di Negara lain? Kendala apa yang dihadapi?

Bisnis online di Indonesia tidak secepat pertumbuhan di Negara lain karena masyarakatnya itu sendiri. Seiring dengan banyaknya tindak criminal di Indonesia, salah satunya adalah penipuan, yang mengakibatkan masyarakat serba was-was ‘takut ditipu’. Apalagi dalam bisnis online kita tidak langsung berhadapan dengan penjualnya melainkan kita hanya bernegosiasi melalui internet. Hal ini memicu timbulnya negative thinking. Contohnya: bila pembayaran dilakukan melalui rekening bank, masyarakat takut apabila nanti uangnya sudah ditransfer tetapi barang tidak sampai di tangan konsumen. Oleh karena itu masyarakat Indonesia cenderung membeli barang secara langsung. Contohnya pasar tradisional, supermarket, dll.
Seperti yang telah dijelaskan diatas, kendala yang dihadapi ada banyak, beberapa contohnya yaitu adanya penipuan, negative thinking, dan teknologi yang belum secanggih Negara maju, sehingga banyak masyarakat yang belum mengenal bisnis online.



7. Menurut anda, bagaimana perilaku konsumen online di Indonesia, bisakah bisnis online berkembang di Indonesia?
Menurut kelompok kami, perilaku konsumen online di Indonesia masih sangat rentan was-was berlebihan. Apabila ada yang membeli barang secara online cenderung barangnya tidak terlalu mahal karena apabila terjadi penipuan, maka kerugian yang dialami tidak terlalu besar. Dari hal tersebut kita bisa melihat bahwa konsumen di Indonesia masih ragu untuk memesan barang yang mahal secara online sehingga mayoritas konsumen cenderung membeli barang yang harganya agak murah.
Bisnis online di Indonesia menurut kami bisa berkembang walaupun membutuhkan waktu yang lama karena para pelaku bisnis online harus bisa mempengaruhi mindset masyarakat Indonesia dengan cara meningkatkan pelayanan dan kredibilitasnya di mata konsumen, dan juga memperkenalkan bisnis online kepada masyarakat luas sehingga seluruh masyarakat Indonesia tau adanya bisnis online.















No comments:

Post a Comment