May 22, 2013









images.jpg

Text Box: Masa muda ada dalam Pikiran Kita. Selama kita penuh keyakinan, pengharapan, keberanian, dan berusaha sekuat tenaga dalam kehidupan sehari-hari yang terus berubah, masa muda akan selalu menjadi milik kita.
__Konosuke Matsushita__

 


Text Box: [Type the document title]motion.jpg,F-Ekonomi.JPG

 

SEJARAH PANASONIC
Konosuke Matsushita
Konosuke Matsushita adalah orang yang berada di  balik nama besar Panasonic.Dia adalah orang yang mendirikan Panasonic hingga menjadi Perusahaan besar saat ini.Dia Lahir pada 27 November 1894 di Wasamura,sebuah desa di selatan Osaka yang kini bagian dari kota Wakama.Anak bungsu dengan lima saudara permpuan dan tiga saudara laki-laki ini memiliki masa kecil yang menyenangkan dan tanpa beban.Namun, ketika Konosuke berusia empat tahun, ayah Konosuke kehilangan harta keluarga dalam spekulasi di pasar beras, dan pergi ke Osaka tiga tahun kemudian untuk mencari pekerjaan.
            Penuh perjuangan-sepertinya beginilah hidup Konosuke digariskan.Beberapa bulan sebelum ia lulus sekolah dasar,ayahnya memasukkan konosuke ke took tungku arang(hibachi) dan toko sepeda Godai sebagai Pegawai Magang.Waktu itu usianya baru Sembilan tahun.
            Konosuke kemudian menjadi pegawai perusahaan listrik Osaka Electric Company, lalu keluar untuk mendirikan perusahaan manufactur sendiri, Matsushita Electric Housewares Manufacdture,yang kelak akan berkembang menjadi raksasa elektronik dunia, Panasonic.Dia meninggal 27 April 1989 pada umur 94 tahun.Meninggalkan berbagai inovasi Teknologi,pemasaran,dan Manajemen yang mewarnai dunia manufaktur hingga saat ini.
Masa Kecil Konosuke Matsushita
Nama keluarga “Matsushita” artinya “di bawah pohon pinus”. Konon,nama ini di dapat karena rumah keluarga mereka bernaung di bawah pohon pinus besar berusia 800 tahun. Sebagai pemilik tanah pertanian kecil,keluarga Matsushita termasuk kelas atas dalam masyarakat. Ayah dan Ibu konosuke sangat saying terhadap konosuke yang menjadi anak bungsu dalam keluarga tersebut. Konosuke menjalani masa kecil yang sangat menyenangkan.Sayangnya, kesenangan,kebahagaiaan dan ketenangan ini tidak berlangsung lama di dalam masa kecil konosuke.
            Tanah pertanian keluarga konosuke atau sering disebut sebagai keluarga Matsushita di garap oleh para buruh tani,sehingga ayah Konosuke yakni Masakusu bisa menggunakan sebagian waktunya untuk aktivitas politik dan pemerintahan.Ayah Konosuke adalah orang yang suka bereksperimen dengan hal-hal yang baru dan berbeda, termasuk berspekulasi di Pasar Bebas. Saat itu, kesempatan investasi ini sepertinya menjanjikan keuntungan yang pasti dan cepat. Sayang sekali, pengetahuan Masakusu dalam bidang investasi tidak cukup banyak untu bisa mendapatkan apa yang diinginkannya,sehinnga alih-alih mendapat untung besar, ia malah terus menerus rugi dan akhirnya bangkrut.
Keluarga Matsushita terpaksa menjual tanah dan rumah yang selama ini sudah merupakan warisan turun-temurun dalam kelurga mereka. Mereka pun terpaksa meninggalkan desa dan mencari pekerjaan di kota terdekat dari desa tersebut,yaitu Wakayama. Di Wakayama, Masakusu membuka toko bakiak kayu dengan uang yang tersisa dari hasil menjual rumah dan tanah mereka tersebut. Namun usaha itu hanya berlangsung tidak lama yaitu selama 2 tahun,dan kemudian untuk kedua kalinya keluarga Konosuke gulung tikar. Pada tahun 1902, Masakusu yakni ayah Konosuke pergi ke Osaka untuk bekerja di sebuah sekolah swasta yang baru saja di buka untuk anak-anak tunanetra dan tunagrahita.
            Sedangkan ayahnya pergi ke Osaka untuk bekerja,Konosuke sendiri menempuh sekolah dasarnya di Wakayama. Namun sebelum ia sempat menyelesaikan kelas limanya, Konosuke putus sekolah karena ayahnya meminta Konosuke untuk bekerja magang di toko tungku arang (hibachi) milik kenalan baik ayahnya yakni Tuan Miyata di Osaka. Jadi pada usia yang belum genap sepuluh tahun,ia harus berpisah dengan ibunya dan bekerja di Osaka. Di toko Tungku arang tersebut.
Konosuke bekerja sejak pagi dengan membersihkan toko tersebut.Sesudah toko bersih dan tak ada noda sama sekali konosuke akan lanjut bekerja lagi yakni memoles Tungku dan menjaga anak majikannya.Begitulah sehari-hari,walaupun usianya yang masih anak-anak dan masih tidak pantas untuk bekerja seperti itu,Konosuke tetap bersemangat dan menyayangi pekerjaanya. Begitulah sehari-hari, sampai malam tiba dan waktunya untuk tidur,ia langsung tertidur karena sudah kelelahan. Meskipun gajinya tidak seberapa,hanya sekeping koin lima sen, tapi konosuke sangat bangga dan senang.
            Sayang sekali, baru tiga bulan Konosuke bekerja magang dan menikmati gajinya yang tidak seberapa namun dari hasil jeripayahnya sendiri di toko tungku arang itu, Toko milik Miyata itu tutup. Meskipun Tokonya tutup, Miyata peduli dengan kondisi Konosuke.Ia mengusahakan agar Konosuke mendapat pekerjaan baru. Ternyata Miyata mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk Konosuke yaitu dengan bekeja di toko sepeda milik kenalan Miyata, yaitu Godai Otokichi. Saat itu, sepeda masih tergolong barang mewah yang harganya mencapai 100 sampai 150 sen, dan kebanyakan masih di impor dari Amerika Serikat dan Inggris. Toko sepeda tempat Konosuke bekerja itu juga menangani pengerjaan logam berskala kecil.Sehingga di tempat itu Konosuke dengan cepat bisa menggunakan menggunakan mesin bubut dan alat-alat lain dengan mahir.
Oleh Tuan dan Nyonya Godai,Pemilik Toko sepeda tersebut,Konosuke diperlakukan layaknya anggota keluarga tersebut dan Konosuke sangat beruntung karena mereka sangat menyayangi Konosuke, tentu hal ini juga dipicu oleh kebaikan dan Kedisiplinan Konosuke juga. Tak heran Konosuke sangat betah tinggal dan bekerja di tempat itu. Tak terasa sudah lima tahun, ia menghabiskan waktu yang sangat menyenangkan baginya di keluaraga Godai tersebut. Sebenarnya, Konosuke berencana meninggalkan pekerjaan magangnya itu bukan karena alasan buruk melainkan karena Konosuke ingin mencari pekerjaan lain yang memungkinkan ia bisa mengambil sekolah malam dan menyelesaikan pendidikannya. Namun, Ayahnya, Masakusu meyakinkan Konosuke untuk tetap tinggal di toko sepeda tersebut. Menurut ayahnya, keterampilan yang di miliki Konosuke menjamin masa depan Konosuke dan Konosuke harus bisa sukses sebagai wirausahawan sehingga bisa mempekerjakan orang yang berpendidikan.
            Pada tahun 1906,Ibu dan kakak-kakak permpuan Konosuke meninggalkan Wakayama dan pindah ke Tenma, bagian selatan Osaka. Ibu Konosuke yang sangat menyayanginya ingin putra bungsunya itu tinggal bersama mereka dan mengusulkan agar Konosuke bekerja sebagai penjaga toko pada siang hari dan sekolah pada malam hari. Namun usul ini ditolak oleh ayah Konosuke sendiri, Masakusu ingin Konosuke tetap meneruskan masa magangnya karena tak lama lagi Konosuke bisa memulai usaha sendiri dan menjadi mandiri. Dan Masakusu yakin bahwa ini lah jalan terbaik untuk hidup Konosuke. Dan Konosuke mengikuti saran ayahnya tersebut.(Belakangan setelah sukses ia berkata,”Sekarang saya sadar kebenaran perkataan ayah saya dan betapa saya mendapatkan manfaat banyak dari jalan yang di tunjukkannya kepada saya”.).
            Pada September 1906,Ayah konosuke(Masakusu) jatuh sakit dan meninggal hanya beberapa hari kemudian.Ayah Konosuke meninggal pada usia 51 tahun.Kematian ayahnya ini menjadikan Konosuke yang waktu itu masih berusia sebelas tahun harus menjadi kepala keluarga.Hal ini karena kedua kakak laki-laki Konosuke telah wafat sebelumnya.
            Untuk membantu menopang ekonomi keluarganya,seperti yang di nasehatkan oleh ayahnya,Konosuke tetap bekerja di toko sepeda Godai.Konosuke membantu kepala pramuniaga memamerkan sepeda kepada para pembeli.Sebenarnya ia ingin sekali menjual sepeda,tetapi tugas ini dianggap terlalu berat untuk pegawai muda yang magang,sehingga kesempatan itu lama datangnya.Namun, Kesempatan  itu akhiranya datang juga,yaitu ketika kepala pramuniaga waktu itu sedang keluar dan ada telepon dari seseorang ingin melihat-lihat sepeda.Konosuke akhirnya menggantikan kepala pramuniaga dan punya kesempatan menjual sepeda.Pembeli sepeda itu bernama Tetsukawa dan ia tampaknya senang dan puas dengan cara kerja Konosuke.Sebenarnya Tatsekawa ingin mendapat diskon 10% untuk sepeda yang baru di belinya,tetapi akhirnya sepeda itu terjual dengan diskon 5%. Bagi Konosuke, pengalaman ini sangat membanggakan dan selalu di kenangnya .
            Sistem Trem di kota Osaka mulai beroperasi pada tahun 1903 dan jaringan jalur trem di seluruh kota selesai di bangun pada tahun 1909.Dengan adanya trem-trem tersebut,Konosuke berpikir bahwa masa depan sepeda tidak akan begitu cerah .Oleh karena itu, Konosuke memutuskan untuk keluar dari pekerjaanya di toko sepeda tersebut. Dengan pertolongan abang iparnya, Konosuke melamar ke Osaka Electric Light Company. Saat itu tidak ada lowongan di perusahaan tersebut dan ia harus menunggu tiga bulan sampai ada lowongan. Selama menuggu lowongan itu, ia bekerja sebagai operator truk tangan di perusahaan semen. Penantiannya tidak sia-sia. Akhirnya pada 21 oktober 1910,Konosuke direkrut oleh Osaka Electric Light Company untuk bekerja di bagian pemasangan listrik dalam ruangan di kantor cabang Saiwaicho. Ketika itu usianya lima belas tahun. Sebagai asisten Teknisi yang memasang listrik di rumah dan kantor, Konosuke pergi ke sana kemari dengan membawa gerobak roda dua berisi aneka alat dan perkakas. Bakatnya menonjol di bidang ini,sehingga tak lama kemudian, Ia naik pangkat menjadi teknisi instalasi hanya dalam tiga bulan, Padahal posisi ini biasanya di berikan setelah bekerja satu tahu. Atas prestasinya ini, Kemudian ia dipindahkan ke kantor cabang baru di bagian lain kota Osaka.
            Dari usia 16 tahun sampai ia menikah pada usia 20 tahun, Konosuke tinggal di rumah salah satu teman kerjanya. Ia senang bekerja sampai lupa sekolah kembali. Atas desakan teman-temannya,ia sekolah lagi di Kansai Commercial and Industrial School, satu-satunya sekolah malam di Osaka saat itu. Dia bergabung dalam kelas yang berisi 500 murid. Setahun kemudian, sekitar 380 orang lulus dalam program tersebut. Waktu itu Konosuke mendapat peringkat ke-175, kemudian melanjutkan ke program regular dengan jurusan Teknik Elektro. Para instruktur tidak menggunakan buku teks sehinnga para murid harus rajin menulis. Konosuke tidak sanggup dengan metode ini dan akhirnya putus sekolah.
            Proyek besar yang pernah si tangani Konosuke saat menjadi teknisi pemasangan listrik adalah sambungan listrik untuk papan nama berlampu di resor pemandian tepi pantai di Taman Hamadera, Sakai (1912). Proyek besar lainnya adalah pemasangan listrik di distrik Shinsekai 1912. Karena fisiknya memang lemah sejak lahir, jatuhlah dia. Akibat peristiwa itu, lender mulai memenuhi rongga paru-parunya.
Saat Konosuke berusia 20 tahun, Ibunya meninggal dunia, yaitu pada tahun 1913. Sepeninggal ibunya, Kakak tertuanya mendesak Konosuke untuk segera menikah. Oleh karena itu kakaknya mengatur pertemuan dengan perempuan bernama Mumeno pada mei 1915 di jalan depan theater Yachiyo daerah Osaka. Akhirnya mereka menikah pada 4 september 1915 saat Mumeno berusia 19 tahun, dan tinggal di Ikaino yang sekarang menjadi Distrik Ikono.
AWAL PERUSAHAAN
Konosuke Mendirikan Perusahaan Sendiri
Karier Konosuke Dalam Perusahaan Osaka Electric Light Company terus menanjak. Prestasi membuatnya cepat di promosikan ke posisi dengan gaji yang lebih tinggi. Pada usia 22 tahun, dia menjadi inspektur-posisi tertinggi yang bisa di harapakan seorang teknisi.
http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR0Lw-Rn3SDol00q3SC2j2IIajVIo2BAy1EBO_l8VLPJmtMJM7Z
Sebelumnya, Konosuke telah berusaha tanpa hasil untuk membuat pengawasnya terkesan pada soket listrik baru yang di desain dan dibuatnya ketika waktu senggang. Kini,tidak puas oleh pekerjaannya yang kurang menantang. Pikiran Konosuke kembali melayang ke soketnya.
            Konosuke teringat nasehat ayahnya tentang keuntungan menjadi wirausahawan. Atas pertimbangan nasehat ayahnya dan pekerjaan yang baginya kurang menantan, dia meninggalkan pekerjaan yang memberikan keamanan financial dengan gaji yang lumayan pada 15 juni 1917. Ia keluar dari pekerjaanya di Osaka Electric Light Company untuk mendirikan perusahaan manufakturnya sendiri. Namun ia mengalami kendala biaya. Total tabungan Konosuke kurang dari 100 yen; hamper tidak cukup untuk membeli peralatan sederhana dan bahan—alat berat, tentu saja, jelas tidak mungkin.
Meskipun demikian, ia tidak gentar dengan modalnya yang sangat minim itu. Dengan apa yang ia miliki, ia mendirikan bengkel di rumah petak kecilnya yang berlantai tanah bersama dua rekan kerja dari Osaka electric Light Company dan adik bungsu Momeno, Toshio.
            Perusahaanya tidak berjalan lancer. Penjualan soketnya payah, dan pada akhir tahun 1917, mantan rekan kerja Konosuke mengundurkan diri, meninggalkan Konosuke bersama Mumeno dan Toshio. Catatan toko Gadai Mumeno menunjukkan masa-masa mereka harus bertahan nyaris tanpa uang.
            Penjualan yang tidak lancar membuat perusahaan Konosuke bangkrut. Di ambang kebangkrutan, perusahaan itu di selamatkan oleh pesanan tak terduga untuk seribu plat insulator kipas angin lisrik. Dia bekerja dengan cepat dan saksama untuk memenuhi batasan waktu pesanan tersebut. Dari pesanan pertama itu, pesanan lain datang. Ini memberinya modal yang di butuhkan untuk memproduksi soketnya dan produksi perkabelan lain secara missal.
Setelah itu Bisnis yang di jalankan perlahan membaik dan Konosuke memiliki uang untuk berinvestasi. Ia kemudian mampu menyewa rumah dua lantai dan mendirikan Matsushita Electric Housewares Manufacture pada 7 maret 1918 yang merupakan cikal bakal Panasonic. Stafnya terdiri daritiga orang, yaitu Konosuke yang berusia 23 tahun, Mumeno 22 tahun, dan adiknya Toshio Lue yang saat itu baru berusia 15 tahun. Tiga kamar di lantai pertama rumahnya di ubah menjadi bengkel. Konosuke memasang dua mesin pres yang di operasikan dengan tangan untuk mencetak insulasi. Meskipun produksi dimulai dengan plat insulator kipas angin listrik, Konosuke yakin bahwa ada pasar bebas yang belum digarap untuk alat-alat elektronik rumah tangga yang tidak merepotkan dan berkualitas. Tak jarang, dia terjaga sampai larut malam untuk memperbaiki desainnya, dan akhirnya memilih untuk memproduksi dua produk baru yakni steker dan soket dua arah. Keduanya terbukti popular karena memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan produk lain yang di jual di pasaran,yaitu 30% hingga 50% lebih murah. Hal ini member perusahaannya reputasi untuk produk berkualitas tinggi dengan harga yang relative murah. Pada akhirnya tahun 1918, perusahaan Konosuke dapat mempekerjakan Karyawaan sebanyak 20 orang.
Awalnya mereka menjual produk melalui satu outlet distributor tunggal, tetapi cara ini berakhir akibat pemangkasan harga-harga besar-besaran oleh produsen lain. Namun, Kemudian Konosuke mulai berurusan langsung dengan distributor lain. Penjualan pun meningkat dan perusahaanya menemukan pijakan yang mantap untuk menapakkan kaki.

Periode Kesuksesan Pertama

Setelah akhir Perang Dunia I, Perkonomian Jepang mengalami Booming. Pabrik-pabrik melakukan ekspansi, Sehingga tenaga kerja sulit di temukan dan di pertahankan. Situasi ini membuat Konosuke menyadari betapa pentingnya memiliki tenaga kerja yang bisa di andalkan. Setiap pagi, Dia akan menunggu di depan pintu bengkel, bertanya-tanya apakah staf kemarin akan muncul atau tidak.
            Tenaga kerja di perusahaanya pun mulai bertambah. Seiring dengan bertumbuhnya jumlah tenaga kerja, Konosuke mulai berpikir untuk membangun hubungan kerja yang sehat dengan para stafnya. Metode untuk membuat bahan insulator adalah rahasia pada waktu itu, yang tidak akan di beritahukan kepada kebanyakan orang ataupun perusahaan kecuali kepada tenaga kerja yang paling di percaya. Konosuke merasa praktek ini menghalangi Manajemen yang rasional dan akan menghambat pertumbuhan perusahaan. Kemudian dia memaklumkan bahwa dia akan mengajarkan teknik-teknik perusaan kepada siapapun yang mampu dan bahkan kepada karyawan baru.
            Saat memasuki dekade baru, Jepang tiba-tiba di hantam kepanikan. Kondisi ini menyebabkan perekonomian berbalik arah seratus delapan puluh derajat. Bisnis di seluruh negeri gagal, yang menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan. Serikat pekerja menjadi semakin Militan. Konosuke Memutuskan bahwa kerja sama dan persatuan seluruh anggota perusahaan dibutuhkan untuk menhadapi situasi sulit yang tengah berlangsung. Pada Maret 1920, dia membentuk “Hoichi kai” (Secara harafiah berarti “Perhimpunan satu langkah”), Organisasi pekerja dimana semua dari kedelapan puluh delapan karyawan perusahaan, termasuk dirinya sendiri, berpartisipasi. Selanjutnya, Hoichi Kai memainkan peran penting dalam menyatukan karyawan dengan menyelenggarakan even olahraga, kegiatan budaya, dan berbagai kegiatan rekreasi lain.
            Pada Februari 1920, Konosuke mendesain logo perusahaan yang terdiri dari huruf M yang di tumpangi dengan sebatang anak panah dan di kelilingi satu berlian lebar. Baginya gambar logo ini menyimbolkan pencapaian target, mengatasi hambatan apapun yang mungkin di temui sepanjang jalan karir perusahaan. Bulan Berikutnya, Maret, dia mengirim Toshio Lue yang waktu itu beusia 17 tahun ke Tokyo untuk mengembangkan bisnis penjualan disana.
            Meskipun Perekonomian Jepang pada saat itu memburuk, perusahaan Konosuke terus bertambah karena penjualan produknya meningkat. Perusahaan itu menyewa rumah di sekitarnya untuk meningkatkan produksi, tetapi tidak dapat mengimbangi permintaan. Untuk mengatasi melonjaknya permintaan dan kapasitas produksi, pada tahun 1922, Konosuke menyewa tanah seluas 230 m² tak jauh dari situ. Di tanah itu, Ia membangun pabrik dan kantor yang selesai pada bulan juli. Pada akhir tahun itu, jumlah karyawan mencapai lebih dari 50 orang. Dalam empat tahun setelah itu, Perusahaan tersebut menjadi perusahaan berskala penuh dengan pabrik sendiri.
Konosuke Matsushita memiliki antusiasme yang sangat besar untuk mengembangkan produk baru sehingga ia menyiapkan pensil dan kertas di samping tempat tidurnya supaya bisa menulis bila sewaktu-waktu dia mempunyai ide baru yang datang kepadanya sewaktu ia tidur. Perusahaannya menjadi terkenal karena usaha dan kreasi semacam itu.
Salah satu kreasinya adalah lampu sepeda berbentuk peluru. Waktu itu, lampu lilin dan lampu minyak lazim digunakan untuk sepeda. Meskipun lampu bertenaga baterai juga di pakai pada masa itu, namun lampu seperti itu tidak dapat di andalkan dan hanya bisa bertahan dipakai hanya dua atau tiga jam. Konosuke sendiri di buat kesal oleh lampu lilin sepedanya yang sering mati ketika dia bersepeda pada malam hari, dan lampu bertenaga baterai. Sebelum membuat lampu sepeda berbentuk peluru tersebut, dia membuat banyak model tes selama enam bulan sampai akhirnya ia menemukan desain berbentuk peluru tersebut. Lampu sepeda berbentuk peluru tersebut dapat menyala selama 30 hingga 40 jam menggunakan tiga baterai. Dia memproduksi lampu itu, dan mendemonstrasikan sampel untuk distributor. Sayangnya citra lampu bertenaga baterai sangat buruk sehingga dia tidak dapat meyakinkan mereka untuk membeli model barunya.
            Menghadapi situasi demikian, Konosuke tidak patah harapan. Ia yakin bahwa setiap produk yang bagus akan tetap terjual, jadi dia meninggalkan sampel-sampel di toko dengan perjanjian bahwa mereka akan membeli lampunya setelah terbukti bahwa lampu itu berkualitas bagus. Dia begitu yakin pada produknya sehingga dia berani mempertaruhkan masa depan perusahaannya demi lampu sepeda tersebut. Para Dealer mendapati lampu itu berfungsi seperti yang di janjikan, dan pesanan mulai mengalir masuk. Namun Konosuke kembali di uji, Gempa bumi besar Kanto melanda pada September 1923. Dua Karyawan yang di tempatkan di Tokyo kembali ke Osaka dengan selamat, tetapi jaringan penjualan perusahaan hancur.
Namun, pada awal tahun 1924, Konosuke mendirikan kantor cabang Tokyo yang baru dan bertekad membangun kembali jaringan penjualan perusahaan.
            Bersama penandatanganan perjanjian pemasaran eksklusif dengan Yamamato Trading Company, lampu sepeda berbentuk peluru Konosuke di pasarkan dengan nama “Excel”. Takenobu Yamamato, presiden perusahaan dagang tersebut, melihat produk tersebut sebagai mode sesaat, sementara Konosuke melihatnya memiliki pasar yang bertahan. Gagasan mereka tentang bagaimana mempromosikan lampu itu bertolak belakang, dan perselisihan pun terjadi. Yamamato menolak segala upaya Konosuke untuk memandu strategi pemasaran.
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRRmbUiBITcpVitUO5Arn3auj1IbACgRt45Epfu9VcJCv_cf9w2zA            Sementara itu, Konosuke terlibat dalam pengembangan produk lain, yaitu lampu baterai berbentuk kotak, yang ingin di pasarkannya sendiri. Yamamato berpendapat bahwa perjanjian pemasaran juga mencakup produk tersebut, dan menuntut konpensasi ¥10,000 untuk menyerahkan hak pemasaran. Konosuke menyetujui tuntutannya, dan membayar untu memperoleh hak memasarkan produknya sendiri. Terlepas dari perjanjian ini, Konosuke sangat mengharagai Yamamato atas keterbukaan dan kejujurannya, tekad dan kelihaian pemasarannya.
            Untuk menjual lampu barunya, Konosuke memikirkan sebuah merek. Suatu hari dia membaca kata Ingris “Internasional” di surat kabar. Saat memeriksa kamus dia menemukan bahwa kata dasarnya adalah “National” dengan arti “dari atau berhubungan dengan bangsa, Negara”. Bagi Konosuke, arti ini sangat cocok dengan produknya, yang di lihatnya akan sangat di perlukan oleh setiap rumah di Jepang, jadi dia mengadopsi merek “National”. Pada april tahun 1927, Konosuke mulai memasarkan lampunya dengan promosi yang berani. Ia mengirim 10.000 sampel ke toko-toko begitu saja, tanpa kewajiban perjanjian. Lampunya sukses besar bahkan terjual lebih dari 30.000 unit perbulan dalam tahun pertama di pasaran.    
            Pada tahun 1927, perusahaan Konosuke merambah produk elektrotermal, seperti radio. Peralatan yang menghasilkan panas dengan tenaga listrik adalah barang mewah saat itu, dan tidak terjangkau oleh kebanyakan rumah tangga. Konosuke yakin produk-produk ini dapat di produksi, dengan produk yang memenuhi standart kualitas namun dengan harga yang terjangkau oleh rumah tangga kebanyakan. Pada januari 1927, dia membentuk divisi pemanas listrik, dan menempatkan Tetsujiro nakao untuk bertanggung jawab mengembangkan produk setrika tersebut dan kemudian memasarkannya secara missal. Setrika itu harus setara kualitasnya dengan produk yang sudah ada dan kalau memungkinkan harus bisa melebihi kualitas produk yan sudah ada, dengan harga setidaknya 30% lebih murah. Setelah tiga bulan, Nakao muncul dengan desain baru, dimana elemen pemanas di jepit diantara pelat besi. Setrika Komersial yang di jual dengan harga ¥4 hingga ¥5 sangat mahal, mengingat gaji awal guru sekolah dasar waktu itu sekitar ¥50 per tahun. Konosuke memutuskan untuk menjual setrika barunya dengan harga ¥3.2. Namun untuk melakukannya, ia harus membuat 10.000 unit perbulan, lebih dari gabungan produksi semua pabrik elektronik lain di Jepang. Tidak ada jaminan bahwa pasar akan menyerap volume ini, tetapi Konosuke yakin bahwa massa akan menyambut produk yang berkualitas tinggi dan terjangkau. Dan lagi-lagi Konosuke benar karena Produknya terjual sukses.
            Perusahaannya kemudian mulai memproduksi penghangat kaki listrik, menggunakan thermostat yang baru di kembangkan. Harga produknya hanya setengah harga dari produk penghangat kaki lain yang ada di pasaran, dan produk ini terbukti sangat sukses. Selanjutnya pada November 1927, Konosuke mendirikan divisi riset, menempatkan Nakao sebagai pimpinannya. Nakao menjadi orang kepercayaan Konosuke. Sebagai insinyur senior, Nakao memandu usaha R&D perusahaan selama bertahun-tahun, mengembangkan berbagai teknologi baru dan produk baru. Lebih dari siapa pun dia bertanggung jawab menjadikan perusahaan Panasonic hi-tech. Nakao wafat pada September 1981, di usia 79 tahun.
            Situasi perekonomian Jepang kembali memburuk, tetapi perusahaan Konosuke terus tumbuh, menambah varian produk fitting, elemen pemanas, dan alat elektronik rumah tangga, serta menambah agen penjualan yang merambat sampai ke luar negeri. Pada tahun 1928, penjualan bulanan perusahaan tersebut melampaui ¥100.000, dan karyawannya lebih dari 300 orang. Banyak distributor, merasakan potensi masa depan dalam perusahaan tersebut, dan mengungkapkan keinginan mereka untuk mengutamakan penjualan produk National. Tanggung jawab perusahaan untuk menyediakan keamanan bagi distributornya sekarang lebih besar daipada sebelumnya.
            Pada Maret 1929, Konosuke mengubah nama perusahaannya menjadi Matsushita Electric Manufacturing Works. Pada saat yang sama, dia merumuskan sasaran Manajemen dan keyakinan Perusahaan untuk memandu pertumbuhan perusahaan, serta menambahkan tujuh prinsip beberapa tahun kemudian. Kini ketiga pernyataan ini membentuk basis filosofi Panasonic.
Sasaran Manajemen yang asli (Menurut Konosuke):
Dengan memberikan pertimbangan yang saksama pada keselarasan antara keuntungan dan keadilan sosial, kita menargetkan untuk mendedikasikan diri pada perkembangan industri nasional, untuk membangun perkembangan dan mendorong kesejateraan umum masyarakat.
            Pada 24 oktober 1929, bursa saham New York yang mengalami kejatuhan harga saham menebarkan kepanikan di pasar-pasar financial dunia. Perekonomian Jepang yang sudah buruk semakin Terpuruk lagi. Harga-harga melambung, Karyawan diberhentikan di seluruh negeri, dan banyak pabrik di tutup. Kondisi ini juga berimbas ke peusahaab Matsushita. Penjualan Perusaahan Matsushita menurun, dan pada akhir desember, Gudangnya di penuhi dengan stok yang tidak terjual. Para Eksekutif perusahaan tidak melihat solusi lain selain pengurangan staf, tetapi Konosuke member tahu mereka bahwa “Kurangi produksi menjadi setengahnya dari sekarang, tapi jangan pecat satu pun karyawan. Kita mengurangi produksi bukan memecat Karyawan. Karyawan hanya bekerja setengah hari. Kita akan membayar mereka dengan upah yang mereka dapatkan sekarang, tetapi tidak ada hari libur. Semua Karyawan harus berusaha sekuat tenga untuk ikut menjual inventaris”.
            Semangat dan kepedulian Matsushita menular dan menyentuh para stafnya. Para karyawan akhirnya menerjunkan diri dalam usaha penjualan dengan penuh semangat. Dalam dua bulan, inventaris yang berlebih telah terjual dan permintaan pulih. Produksi berskala penuh pun dapat di teruskan. Pada awal Januari 1931, Perusahaan tersebut merayakan pengiriman pertamanya pada tahun itu untuk melawan keputusasaan akibat depresi. Perayaan itu kemudian menjadi tradisi yang bertahan sampai tahun 1965.
Pada tahun 1935, Perusahaan Matsushita mempekerjakan sekitar 3500 orang. Penjualan tahunan mencapai angka 12 juta Yen. Perusahaan tersebut memproduksi sekitar 600 jenis produk, dan jaringan penjualannya sampai ke luar negeri. Matsushita telah menjadi kekuatan besar dalam produk elektronik Rumah tangga.
            Kesuksesan ini tidak hanya di raih dengan kerja keras, melainkan dengan dasar filosofi yang kukuh. Konosuke tidak menunjukkan ketertarikan tertentu pada agama dan sekte tertentu, tetapi dia berpikiran terbuka terhadap ide, saran, dan masukan setiap kalangan. Pada Maret 1932, Konosuke di undang oleh temannya untuk menghabiskan hari di sebuah Kuil Shinti yang popular. Dalam kunjungannya, dia mulai merenungkan kesamaan antara agama dan Manajemen bisnis. Ia mengatakan, “Manusia membutuhkan kesejateraan duniawi maupun spiritual. Agama memandu orang keluar dari penderitaan menuju kebahagiaan dan kedamaian pikiran. Dan bisnis juga berkontribusi dengan menyediakan kebutuhan ragawi yang di perlukan untuk kebahagiaan. Ini harus menjadi misi bisnis yang utama.”
            Oleh karena itu, pada 5 Mei 1932, Matsushita mengumpulkan karyawannya dan mengumumkan misi perusahaan untuk memandu perusahaan menapaki masa depan. Dia berkata, “Misi produsen adalah mengentaskan kemiskinan dengan memperkenalkan suplai produk yang melimpah. Meskipun air dapat di pandang sebagai produk,tidak ada orang yang keberatan jika orang yang lewat meminum air dari keran di sisi jalan. Itu karena suplai air berlimpah dan harganya murah. Misi kita sebagai produsen adalah menciptakan kelimpahan barang dengan menyediakan produk semelimpah dan semurah air keran. Dengan cara inilah kita bisa mengenyahkan kemiskinan, mengantarkan kebahagiaan ke dalam hidup orang banyak, dan membuat dunia ini tempat yang lebih baik.”
Pada Mei 1933, Matsushita merancang dan menerapkan sistem divisi perusahaan yang dikelola secara otonom, di kelompokkan menurut produk yang di hasilkan. Divisi pertama memproduksi radio, Divisi kedua menangani lampu dan baterai. Divisi ketiga bertanggung jawab atas alat-alat perkabelan, resin sintetis, dan produk elektrotermal. Setiap divisi bertanggung jawab untuk mengelola pabrik dan kantornya, mengembangkan, memproduksi, dan menjual produk serta mempertahankan operasi yang menguntungkan.
            Konosuke menyatakan dua sasaran utama bagi sistem divisi: Memastikan manajemen otonom dan mengembangkan manajer andal. Panasonic adalah perusahaan pribadi pertama di Jepang yang memiliki struktur organisasi seperti ini, dan prinsip manajemen ini menjadi cirri khas operasi perusahaan ini sampai sekarang.

Perusahaan yang Kental dengan Inovasi
            Stasiun radio Nasional Jepang mulai mengudara pada tahun 1925. Pada tahun 1930, stasiun tersebut memiliki lebih dari 700.000 pendengar terdaftar. Namun perangkat radio yang tersedia saat itu masih sering rusak. Konosuke sendiri di buat kesal oleh radionya yang rusak saat dia akan mendengarkan sebuah program acara, dan bertekad untuk membangun “radio yang tidak rusak”.
            Pada Agustus 1930, Perusahaannya mendirikan Kokudo Electric. Co. Dalam usaha membangun kemitraan dengan produsen radio dan mulai memproduksi radio. Namun, Perusahaan tersebut segera di banjiri dengan produk-produk yand di kembalikan. Konosuke mendapati bahwa, meskipun toko radio memiliki pengetahuan teknis dan bisa memperbaiki masalah-masalah kecil, penjual semata-mata mengirim kembali radionya jika rusak.
            Melihat masalah ini, Konosuke yakin bahwa mereka sebaiknya membuat radio yang apabila rusak bisa di tangani oleh toko elektronik biasa. Pada maret 1931, dia mengambil alih kepemimpinan Kokudo Electric. Co. dan menginstrusikan insinyur senior Tetsujiro Nakao untuk mengembangkan radio yang sesuai dengan di harapkannya. Setelah tiga bulan kerja keras, sebuah prototip dengan tiga tabung siap, yang dengan segera memenangkan hadiah pertama dalam kontes yang di sponsori oleh stasiun radio Publik Jepang.
            Konosuke menjual radio barunya itu dengan harga ¥45 ketika kompetisi sengit memaksa produsen lain untuk menjual produk mereka dengan harga ¥25 hingga ¥30. Ini sejalan dengan kebijakannya untuk menetapkan harga yang adil, dimana keuntungan yang cukup mutlak  untuk di perlukan bagi perkembangan industry yang sehat. Konosuke melipatgandakan komitmennya terhadap harga yang adil ketika dia melihat sebuah perusahaan di gusur keluar dari bisnis oleh perusahaan dagang yang sengaja menjual produk dengan harga lebih rendah untuk mendapatkan monopoli, kemudian memeras pasar untuk keuntungan yang berlebihan. Radio Panasonic pertama, di kembangkan hanya dalam tiga bulan, memikat ribuan orang kepada media hiburan baru.
            Matsushita terus menelurkan produk-produk yang inovatif. Mereka mulai memproduksi motor listrik dan menikmati hasilnya saat booming peralatan rumah tangga, yakni setelah perang dunia II. Pencapaian mereka yang cukup fenomenal adalah adalah alat penerima siaran TV pertama di Jepang.

HAMBATAN PERKEMBANGAN PANASONIC
Perang antara Jepang dan Cina tahun 1937 membawa dampak langsung pada industry swasta. Pada tahun 1938, Undang-undang Mobilisasi Umum membatasi distribusi dan penggunaan bahan baku. Dihadapakan pada tekanan social dan ekonomi, Matsushita memutuskan untuk bekerja sama dengan memproduksi peralatan militer.
            Perang pasifik pecah pada 8 desember 1941. Sumber daya menjadi sangat langka sementara perang berlangsung, dan kualitas produk komersial langsung merosot. Pada Oktober 1982, Matsushita mengingatkan para karyawan untuk tidak berkompromi dalam hal kualitas produk.
            Semua produk industry dialihkan untuk kepentingan militer, dan Panasonic di paksa untuk memasuki beberapa bidang dimana perusahaan mereka tidak memiliki pengalaman dalam bidang tersebut. Pada April 1943, perusahaan itu mendirikan Matsushita shipbuilding company, dan pada Oktober, mendirikan Matsushita airplane Company. Perusahaan ini menghasilkan 56 perahu kayu dan tiga pesawat kayu sebelum perang berakhir. Meskipun pekerjaan ini di lakukan atas perintah penguasa, keputusan untuk memproduksi alat perang harus di bayar mahal oleh perusahaan tersebut setelah perang.
            Jepang menyerah tanpa syarat pada 15 Agustus 1945. Negeri itu kehiangan tiga juta jiwa, setengah wilayahnya, dan seperempat asset nasionalnya. Serangan bom sekutu telah menghancurkan kota-kotanya, dan semua industry berhenti berproduksi.
            Panasonic kehilangan 32 pabrik dan fasilitas di Jepang, terutama di Tokyo dan Osaka. Semua asset di luar negeri di sita. Untungnya kantor, kantor pusat dan pabrik utama masih utuh. Sehari setelah Jepang menyerah Matsushita mengumpulkan manajer seniornya dan memaparkan rencana untuk meneruskan produksi peralatan elektronik rumah tangga. Pada 20 Agustus, dalam pesan kepada seluruh karyawan, dia berkata, “produksi adalah pondasi pemulihan kita. Mari kita bangkitkan kembali semangat tradisional Matsushita dan menyelesaikan pekerjaan membangun bangsa dan memperkaya hidup orang banyak.”
            Pada tahun 1946, saat Matsushita bersiap-siap meneruskan produksi, pejabat dari pasukan sekutu mengumumkan kebijakan untuk rekonstruksi ekonomi dan restrukturisasi perusahaan yang berpartisipasi dalam perang. Pada bulan Maret, asset perusahaan Matsushita di bekukan dan tidak di beri keringanan untuk utangnya yang besar pada masa itu. Perusahaan itu juga harus memecat para pejabat seniornya.
            Instruksi ini dimaksudkan untuk memecah pemusatan bisnis dan kekuasaan yang telah eksis dari generasi ke generasi. Matsushita tidak terima di perlakukan seperti itu, Karena perusahaannya adalah hasil kerja keras satu generasi saja. Matsushita  bahkan di perintahkan untuk mengundurkan diri karena perannya dalam aktivitas perusahaan semasa perang. Dia tidak punya pilihan dan bersiap mundur. Berita ini membuat terkejut serikat pekerja Matsushita, retailer dan rekan-rekan bisnis yang lain. Merka menyatakan bahwa Matsushita harus tinggal untuk upaya rekontruksi perusahaan, Karena tanpa dia perusahaan itu akan hancur. Sikap ini membuat pejabat pasukan sekutu tidak percaya, karena biasanya serikat pekerja justru membujuk mereka untuk memaksa para manajer mengundurkan diri. Pada tahun 1947, Kasus ini di kaji ulang, dan dalam keputusan yang langka, Matsushita dan para direktur di perkenankan untuk terus menjabat.
            Pada paruh kedua tahun 1948, Pembatasan kredit di terapkan sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan inflasi. Panasonic masih memiliki beban utang besar dari masa perang, dan uang tidak banyak sehingga perusahaan harus membayar gaji dengan di angsur. Pada tahun 1949, Pemerintah melakukan revisi neraca nasional yang memangkas pengeluaran Negara. Banyak perusahaan bangkrut karenanya. Panasonic berusaha sekuat tenaga untuk bertahan dengan menyatukan organisasi, memperkuat divisi penjualan, menyesuaikan personil, dan merekstrukturisasi manajemennya. Namun pada bulan juli, perusahaan terpaksa mengoperasikan pabriknya setengah hari. Kerugian menumpuk, pada tahun 1950, perusahaan itu mem-PHK 567 orang dari 4438 karyawannya. Salah satu dari sedikit PHK dalam sejarah Perusahaan.

PANASONIC BANGUN DARI KETERPURUKAN
            Seruan Matsushita untuk membangun kembali perusahaannya pada tahun 1950 memicu berbagai aktivitas. Perusahaan itu menggenjot penjualan dan kemampuan teknis serta manufakturnya untuk bersiap-siap bagi periode ekspansi.
            Pada tahun 1950, Matsushita membuka sejumlah perusahaan penjualan, merestruksikan staf penjualan di Kantor Pusat untuk menetapkan sejumlah kantor penjualan pada tahun berikutnya. Perusahaan penjualannya terus bertambah. Dan pada tahun 1959 perusahaan tersebut berkembang menjadi jaringan yang bersifat nasional.Sejak tahun 1951, perusahaan ini juga mendirikan sejumlah perusahaan finance untuk menangani penjualan radio. Belakangan, aktivitas perusahaan ini diperluas sehingga mencakup produk-produk yang lain.
            Pada tahun yang sama, Jepang menandatangani perjanjian damai dengan 48 negara di Konferensi Perdamaian San Fransisco. Jepang telah kembali menjadi bagian komunitas bangsa-bangsa, dan mengarahkan kebijakan nasionalnya menuju terwujudnya perekonomian yang mandiri.
Meski terus mengalami fluktuasi, perekonomian Jepang pulih dengan cepat pada tahun 1950-an. Saat standar hidup meningkat, permintaan konsumen untuk barang-barang elektronik melejit. Matsushita menyadari bahwa perekonomian akan memasuki periode ekspansi yang luar biasa. Dalam pidato kebijakan manajemennya pada tahun 1956, dia mengumumkan rencana lima tahun. Dia berkata bahwa penjualan tahunan sebesar 22 milyar Yen harus meningkat menjadi 80 milyar Yen, jumlah karyawan dari 11.000 menjadi 18.000 dan kapitalisasi perusahaan dari 3 milyar Yen menjadi 10 milyar Yen.
            Hadirin tercengang. Belum pernah ada perusahaan swasta yang mengumumkan rencana jangka panjang semacam itu. Matsushita berkeras bahwa rencana itu bisa dilakukan. “angka-angka ini sesungguhnya mewakili permintaan public. Oleh karena itu, untuk mencapai target ini, kita perlu memastikan bahwa kita tidak bekerja untuk ketenaran atau keuntungan. Kita membuat kontrak yang tidak kasat mata dengan public. Selama kita tidak mengendur dalam upaya, saya piker kita pasti bisa mencapai target ini.” Rencana tersebut tercapai hanya dalam empat tahun.

MASA TUA PENDIRI PANASONIC
            Pada Juli 1973, Konosuke Matsushita pension dan mengambil posisi sebagai penasihat eksekutif. Dia meninggal pada 27 April 1989 pada usia 94 tahun.
Setelah meninggalkan kampung halamannya pada usia 9 tahun, dia membangun Panasonic menjadi salah satu produsen peralatan elektronik terbesar dan tersukses di dunia, dan mengembangkan filosofi manajemen unik yang menjadi warisannya bagi dunia bisnis.
            Pengumuman kematiannya mendatangkan ucapan bela sungkawa dari tokoh-tokoh internasional, termasuk Presiden A.S. George Bush dan PM Jepang Noboru Takeshita.Pada peristiwa sedih ini, presiden Panasonic Group, Akio Tani, mengajak para karyawan untuk terus mengejar idealisme abadi Konosuke Matsushita, yaitu kontribusi kepada masyarakat melalui bisnis. Dia berkata, ”Jangan mengejar apa yang sudah dicapainya, kejarlah apa yang akan dikejarnya.”







PRODUK-PRODUK PANASONIC
Mulai dari berdirinya Panasonic pada tahun 1935, atau yang masih di sebut pada saat itu “Matsushita Electric Industrial Co., Ltd” Panasonic sangat banyak menciptakan produk-produk baru dan selalu tidak lupa untuk berinovasi sesuai dengan perkembangan dari masa ke masa. Mulai dari soket dua arah dan steker, baterai, Lampu sepeda berbentuk peluru, setrika “Super Iron” dan masih banyak lagi.
Dan pada saat ini produk-produk Panasonic hampir berkenaan ke seluruh aspek, di antaranya ada beberapa yang bisa saya tunjukkan, yakni :
·        Tablet PC Tahan Banting (Panasonic Toughbook CF-19)





http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSExhfwA3_dRBx1sr7aFDY7SqJf_glVrCC5DprfD0Fb9sqhjiRZ
Panasonic Toughbook CF-19 kecil
 






            Laptop Panasonic Toughbook CF-19 ini berukuran bongsor dan tebal, jauh dari kesan elegan. Panasonic Toughbook CF-19 memang ditujukan untuk keperluan outdoor, sehingga mengusung desain yang kuat dan tahan banting. Beberapa sisi Panasonic Toughbook CF-19 ini dilapisi karet dan menggunakan chasiss berbahan magnesium alloy yang cukup kuat melindungi jeroan laptop dari benturan atau tekanan.
Panasonic Toughbook CF-19 ini dibekali layar touchscreen berjenis resistif yang dapat diputar sehingga laptop tangguh ini dapat berubah menjadi sebuah tablet. Laptop tangguh keluaran Panasonic ini bukan laptop outdoor sembarangan, Panasonic Toughbook CF-19 ini ini telah memenuhi standar MIL-STD 810G untuk tes jatuh.Tak hanya itu, keperkasaan Panasonic Toughbook CF-19 ini juga memenuhi standar IP65, MIL STD 810G untuk perlindungan terhadap air, debu, getaran dan perubahan suhu yang ekstrim.
            Hardisk laptop Panasonic Toughbook CF-19 ini dilengkapi peredam getaran dan panas. Panasonic Toughbook CF-19 ini juga dilengkapi Concealed Mode yang memungkinkan laptop dibawa ke misi pengintaian dengan mematikan semua backlight dan hanya mengandalkan indikator LED. Di balik tampang Panasonic Toughbook CF-19 yang garang, laptop ini juga dilengkapi spesifikasi perangkat keras yang garang pula.Panasonic Toughbook CF-19 ditenagai oleh prosesor Intel Core i5-3320 dengan grafis yang mengandalkan Intel HD Graphics 4000 dengan pendingin tanpa kipas.
Seperti yang dikutip dari Slashgear, Panasonic Toughbook CF-19 ini juga dilengkapi fitur-fitur standar Bluetooth, WiFi, USB 3.0 dan modem GSM dengan dukungan teknologi HSPA+.
Panasonic Toughbook CF-19 juga dilengkapi dengan hardisk dengan kapasitas 500GB atau SSD (Solid State Drive) kapasitas 256GB dan dilengkapi baterai yang diklaim mampu menghidupi Panasonic Toughbook CF-19 hingga 10 jam.

·        Lensa 12-35mm f2.8 X MFT

f2.8 X Lens Panasonic Luncurkan Lensa 12 35mm f2.8 X MFT            Sejak debut pertamanya pada tahun 2009 dengan  seri G1nya (Panasonic G Series Micro Four Thirds/MFT), panasonic memiliki banyak penggemar. Namun rentang lensa kamera selalu masih kalah dengan pesaing-pesaingnya, hingga saat ini mereka kembali merilis lensa terbaru yang akan menyaingi pasaran dunia lensa kamera. Inilah dia Lensa 12-35mm f2.8 X MFT.
Panasonic baru saja resmi meluncurkan tambahan terbaru lensa premium untuk rentang X, dalam bentuk zoom wideangle 12-35mm / f2.8 X. Kompatibel dengan seri kamera panasonic G, GF dan GX serta Olympus’ PEN dan OM-D range. Ini merupakan lensa zoom MFT pertama untuk aperture cepat / f2.8 konstan (constant fast /f2.8 aperture). Dengan demikian lensa ini akan menjadi penunjang kamera dalam menghasilkan gambar di keadaan yang kurang akan pencahayaan serta dapat menembak dengan kecepatan tinggi.
http://www.oktomagazine.com/images/c_97b44bef83ed9888cdfc76285523ad7e.jpg12-35mm rentang focal length setara dengan 24-70mm kisaran umum, pada kamera film 35mm dan SLR digital ‘full frame’, sehingga lensa akan sangat berguna dengan memberikan keseimbangan yang baik dari sudut lebar dan tele.Meskipun bagian dari X range, lensa ini tidak sport motorised zoomdari lensa X sebelumnya tetapi memiliki standar aksi twist-the-barrel-to-zoom. Lensa ini memiliki premium metal yang sama dan tahan akan air dan debu.
·        Toughpad A1
            Panasonic Toughpad A1 adalah tablet 10,1 inci dengan OS Android 3.2 Honeycomb dan prosesor 1,2 GHz Marvell Dual-Core. Memiliki kapasitas 1 GB RAM, 16 GB Storage yang dapat ditambahi MicroSD hingga 32 GB. Daya tahan baterai 10 jam yang cukup panjang untuk beraktivitas dengan menggunakan tablet.
Berat 966,2 gram dilengkapi dengan stylus pen. Desain yang kokoh dengan 4-foot MIL-STD-810G membuatnya tahan terhadap masuknya debu dan air. Suhu saat beroperasi berada pada kisaran 7,778 sampai 67,78 derajat celcius.Kamera terdapat pada sisi depan dan belakang. Toughpad A1 mendukung dalam penggunaan 4G, LTE maupun Wimax.
·        PANASONIC Mixer MK-GH1
http://w27.indonetwork.co.id/pdimage/89/2405689_mk_gh1_346.jpg







·        Lampu Hemat Energi
http://www.otakku.com/wp-content/uploads/2009/01/panasonic_eco_light_2.jpg
            Lampu Hemat Energi ini memiliki kode produk  HHFZ4320 (89 watt) dan HHFZ4220 (74 watt).Lampu dengan bentuk yang sering kita temui di dalam ruangan ini mempunyai mikroprosesor yang berfungsi sebagai sensor. Sensor akan memindai (scan) area dalam radius 3 m dan mengkalkulasi tingkat terang yang (brightness) sesuai dengan kebutuhan sehingga lampu ini dapat mencegah pemborosan karena terlalu terang.Perubahan tingkat terang terus dilakukan secara otomatis pada saat sensor tersebut menditeksi adanya perubahan.Dengan cara seperti ini, Panasonic sendiri mengklaim bahwa lampunya ini dapat menghemat pemakain listrik sampai 60%.



·        PANASONIC Microwave NN-SM320MTTE
http://w23.indonetwork.co.id/pdimage/81/2361181_sm320_346.jpg







·        Panasonic Eluga
Panasonic Eluga            Panasonic Eluga dengan desain lengkung yang ramping menandai kembalinya Panasonic di pasar handphone global. Panasonic yang telah lama absen  di dunia ponsel di luar Jepang menghadirkan Eluga, ponsel berbasis Android yang mampu menjadi salah satu perangkat yang diperhitungkan. Panasonic Eluga memiliki desain yang sangat ramping, 7.8 mm dan bobot yang cukup ringan (103 gram) bila dibandingkan dengan dimensinya 123 x 62 x 7.8 mm serta dilengkapi dengan layar sentuh kapasitif OLED berukuran 4.3 inch.Handphone Panasonic Eluga yang cantik ini dijalankan dengan OS Android 2.3 Gingerbread yang akan diupgrade ke Android 4.0 Ice Cream Sandwich dan memiliki prosesor dual core 1GHz, RAM 1GB dan kapasitas penyimpanan 8GB. Handphone pintar yang dirilis April 2012 tersebut menggunakan baterai Li-Ion 1150 mAh yang diklaim oleh perusahaannya mampu bertahan selama satu hari. Kamera yang digunakan adalah kamera 8 megapixel dengan autofokus.
·        http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSMlrxxWet4Vr2M_zLnMmj7EQnxkJCGLbHbIaJGzz_NfhnkenD8Ldv8TmsdKamera Panasonic Lumix DMC-G5 Penerus G5
Panasonic kini luncurkan kamera mungil dengan desain cantik. Panasonic Lumix DMC-GF5. Panasonic resmi umumkan kehadiran generasi terbarunya, Panasonic Lumix DMC-GF5 Digital Single Lens Mirrorless (DSLM) dengan bodi ringan dan kompak, karena Lumix G5 ini menggunakan sensor gambar 16.05 Megapixel LIVE MOS dan Venus Engine yang direkayasa ulang untuk menampilkan gambar yang jelas dan flash built-in.Beberapa perbaikan lain dapat ditemukan di sisi software, termasuk perbaikan pada tampilan yang kini lebih sederhana agar lebih mudah untuk dioperasikan. Prosesor gambar Venus Engine juga menghasilkan hasil foto yang baik.
Kamera ini juga memiliki fitur Light Speed AF with Contrast AF untuk menangkap gambar yang bergerak cepat dengan jelas. Lalu ada juga full-area Touch AF untuk menentukan focus pada satu titik di ruang pandang dan pin point AF untuk framing secara akurat.Untuk membantu anda menangkap momen di kondisi kurang cahaya, terdapat teknologi 3DNR (3D Noise Reduction) dan MNR (Multi Noise Reduction) yang akan mengoptimalkan pemrosesan area gelap-terang pada gambar dengan lebih sempurna dan memproduksinya dengan hasil gambar yang minim gangguan meski menggunakan ISO tinggi.
Selain dapat digunakan untuk mengambil foto, kamera ini juga mampu merekam video yang dapat digunakan untuk merekam video Full HD 1080p pada 30 bingkai per detk. Bagi yang suka berkreasi dengan efek-efek unik, tersedia 14 pilihan filter seperti Soft Focus, Dynamic Monochrome, Impressive Art, One Point Color, Cross Processor dan Star Filter. Selain itu, disertakan juga fitur scene mode yang hadir dalam 23 pilihan scene berbeda dengan dukungan dari fotografer professional.

PESAING PANASONIC
Bidang Smartphone
1.      Sony Xperia S
sony xperia sPerangkat Sony Xperia S sangat menjanjikan untuk dapat menjadi pusat hiburan. Ponsel ini berpenampilan gempal namun ringan (144 gram) dan memiliki daya prosesor yang cukup baik dengan memori built-in 32GB. Memiliki layar HD berukuran 4.3 inch yang dapat menampilkan film dan gambar dengan kualitas prima. Sebuah kabel HDMI juga dapat menghubungkan ponsel tersebut dengan TV HD layar datar dan membawa kualitas video HD dari ponsel tersebut ke layar yang lebih lebar. Saat dihubungkan maka remote TV apapun dapat melakukan navigasi konten yang tersedia di ponsel beserta aplikasinya, mulai dari email, musik, hingga Twitter.Kamera 12 megapixel dibenamkan pada ponsel Android tersebut dan Sony yang telah belajar dari pengalaman Windows Phone menambahkan tombol shutter di sisi ponsel untuk dapat mengakses kamera secara cepat. Sony melengkapi Xperia S dengan NFC radio tags, fitur yang akan mendeteksi lokasi terdekatnya. Apabila ponsel berdekatan dengan posisi tag, maka akan berubah secara otomatis, contohnya di dalam mobil, ponsel kemungkinan membuka koneksi Bluetooth untuk pembicaraan dengan hands-free dan menyajikan navigasi perjalanan.

2.      HTC One X
            HTC One X adalah model yang menjadi andalan perusahaannya. Handphone pintar yang menggunakan layar sentuh kapasitif Super IPS LCD2 berukuran 4.7 inch tersebut memiliki desain yang sangat ramping, 8.9 mm, dan berat 130 gram. Layarnya pun sudah dilapisi dengan anti gores Corning Gorilla Glass. Meskipun HTC One X sangat ramping, namun ponsel ini cukup nyaman dalam genggaman.

htc one xDari sisi spesifikasi, One X mirip dengan Samsung Galaxy S3. Dijalankan dengan OS Android versi 4.0 Ice Cream Sandwich dan menggunakan prosesor quad core 1.5GHz, RAM 1GB dan kapasitas penyimpanan yang besar, 32GB. Dari sisi kamera, HTC One X menggunakan kamera 8MP dengan autofokus dan lampu kilat LED. Ditambah juga dengan kamera depan 1.3MP untuk fasilitas video chatting.


3.      Nokia Lumia 900Nokia Lumia 900
            Sebagai ponsel berbasis OS Windows Phone 7, Nokia Lumia 900 tampil sebagai handphone pintar yang cukup handal dengan tampilan cukup besar dan cukup murah. Dari seluruh tampilan ponsel yang beredar di pasaran, Lumia 900 merupakan salah satu yang memiliki tampilan sangat solid dengan layar sentuh kapasitif AMOLED berkualitas HD ukuran 4.3 inch yang dilapisi dengan anti gores Gorilla Glass.
Nokia Lumia 900 memiliki ketebalan 11.5 mm dan berat 160 gram dengan dimensi 127.8 x 68.5 x 11.5 mm. Spesifikasinya antara lain menggunakan prosesor 1.4GHz scorpion dengan chip Qualcomm APQ8055 Snapdragon, RAM 512 MB dan kapasitas penyimpanan 16GB. Kamera yang digunakan adalah kamera dengan lensa Carl Zeiss 8MP autofokus dan lampu kilat dual-LED. Baterai Li-Ion 1830 mAh yang digunakannya juga memiliki masa aktif yang cukup lama.

4.      http://sitesgadget.com/wp-content/uploads/2012/07/BlackBerry-10-Launching-wallpaper.jpgBlackBerry 10
            Beberapa waktu lalu RIM telah mensosialisasikan OS terbarunya BlackBerry 10 pada ajang BlackBerry World 2012. Perusahaan telah menampilkan preview dari OS BB 10 terbarunya yang memiliki peningkatan dramatis dibandingkan OS BB sebelumnya. Meskipun OS BlackBerry 10 telah hadir, namun RIM nampaknya masih menunda peluncuran perangkat terbarunya yang menggunakan versi OS terbaru ini.

5.      http://newiphone5release.org/wp-content/uploads/2012/09/Apple-iPhone-5-Specifications-and-Features-and-Price.jpgApple iPhone 5
            Masih terdapat satu handphone lagi yang mendapat perhatian cukup intens dari publik dan sangat dinantikan kehadirannya, Apple iPhone 5. Berbagai rumor beredar luas, mulai dari waktu peluncuran yang dikabarkan pada Oktober mendatang, ukuran layar 4 inch yang akan digunakan, hingga berbagai teknologi canggih yang akan dibenamkan di dalam perangkat tersebut. Jika melihat dari ponsel Apple sebelumnya seperti iPhone 4S, maka sepertinya iPhone 5 merupakan perangkat yang patut dinantikan dan akan menjadi pesaing ketat bagi handphone sekelas.
6.      Samsung Galaxi S3
samsung galaxy s3            Dari segi fisik, Samsung Galaxy S3 tampil sangat ramping dengan ketebalan 8.6 mm dan berat 133 gram. Ponsel Android 4.0 Ice Cream Sandwich ini menggunakan layar sentuh HD Super AMOLED plus lapisan anti gores Gorilla Glass. Kamera 8 megapixel turut mendukung penampilan Galaxy S3 dengan bantuan berbagai software yang meningkatkan pengalaman berfoto.Karena pada umumnya berbagai smartphone yang beredar saat ini hampir terlihat sama saja, maka Samsung berusaha untuk unggul di segi fungsi dan kepintaran software nya. Sebagai contoh, handphone dapat disetel untuk tidak pernah ‘tidur’ selama pengguna masih memerlukannya. Juga kemampuannya untuk menerima perintah melalui pengenalan suara dengan program S Voice yang mirip dengan iPhone Siri.
            Selanjutnya, Galaxy S3 juga memiliki kemampuan pengenalan wajah dari gambar yang diambil melalui kameranya dan menawarkan untuk mengemail gambar tersebut ke orang yang bersangkutan hanya dengan satu klik. Dari segi ‘sentuhan’, Galaxy S3 juga menyediakan permukaan layar yang seperti ‘bergelombang’ jika disentuh mirip dengan HTC dan Nokia.

Bidang Plasma TV
·         Samsung
Plasma TV merek Samsung seri PND7000 dan PND8000 memiliki kualitas yang lebih baik dari seri sebelumnya yaitu VT30.
·         Sony
Plasma TV merek Sony seri XBR-HX929. Dengan tingkat kedalaman warna yang mendalam dan warna akurat, TV Sony seri LED bisa jadi pesaing Plasma TV merek Panasonic.
Bidang Kamera Digital
1.      Kamera Digital Kodak M200
Kamera ini berukuran tidak lebih dari ukuran kartu kredit tapi sudah mempunyai kemampuan maksimal setara dengan kamera yang lebih mahal. Kodak M200 dengan kekuatan 10 Megapixel CCD dan lensa Wide 29mm Kodak AF dengan pembesaran optikal sampai dengan 3x. Terintegrasi layar LCD seluas 2,5 inci sebagai sarana untuk memantau objek yang akan dibidik dan melihat hasil foto dan video. Kodak M200 Dilengkapi tombol “Upload & Share” memudahkan berbagi koleksi foto dan video melalui kamera ini ke situs YouTube, FACEBOOK, Yahoo!, ORKUT, YANDEX, FLICKR, KAIXIN001 dan Galeri situs resmi KODAK.
2.      Samsung
imageSamsung, salah satu produsen ternama asal Korea, saat ini tengah "menggodok" sebuah kamera digital dengan mainstream Android. Kamera digital ini tengah dalam tahap penelitian oleh tim Samsung R&D, dan menurut rencana akan diluncurkan tahun ini.Hal ini tentu bisa menjadi ancaman serius bagi produsen kamera seperti Panasonic. Mereka harus menciptakan fungsi yang sama seperti smartphone, lengkap dengan software, namun dengan kualitas gambar yang jauh lebih tinggi.
Samsung sendiri memiliki pengalaman dengan OS Google. Kemungkinannya akan memiliki tiruan "Open OS" yang dipadukan dalam Sammy HQ. Lalu, apa manfaat OS Android ini bagi pengguna kamera digital?Ini merupakan sebuah terobosan cerdas bagi pihak developer ketiga. Gambar yang diperoleh melalui kamera digital dapat langsung dipublikasikan dengan memanfaatkan aplikasi Facebook dan Twitter.

PROSPEK PANASONIC DI MASA DEPAN
Menurut Fitch, Raksasa elektronik Jepang ini sedang menghadapi pukulan besar. Lembaga pemeringkat Fitch menurunkan status obligasi perusahaan ini menjadi junk atau mirip kertas sampah. Artinya, perusahaan ini berpotensi besar tak lagi mampu membayar utangnya.Ini adalah simbol kejatuhan ekonomi dan korporasi Jepang yang mengalami masa keemasan pada dekade 1990-an. Panasonic adalah salah satu raksasa elektronik Jepang yang pernah mendunia, bersama sejumlah perusahaan elektronik Jepang lain yang pernah berjaya.
Fitch mengatakan, posisi keuangan dua perusahaan tidak seimbang lagi dan terus melemah. Pangsa pasar perusahaan ini di dunia terus memudar.Fitch menetapkan peringkat Panasonic menjadi BB atau turun dua tingkat. Ini adalah kode peringkat yang disebut non-investment grade, alias tidak layak dijadikan sarana investasi bagi pemilik modal.Perusahaan ini juga dianggap memiliki prospek suram. Penurunan peringkat Panasonic merefleksikan daya saing yang melemah pada bisnis inti, khususnya produk dan panel televisi, serta merefleksikan lemahnya kesehatan keuangan.
Kondisi keuangan Panasonic dalam jangka pendek dianggap tidak akan membaik.Menurut mereka Panasonic kehilangan kejayaan dan tidak lagi terdepan dalam bidangnya.Dua hari sebelumnya, Moody’s Investor Service menurunkan peringkat Panasonic dua tingkat.Persaingan keras dari Korea Selatan dan Taiwan dianggap sebagai salah satu penyebab suramnya masa depan raksasa elektronik Jepang. Kebangkitan perusahaan elektronik China turut memberi pukulan.
http://bilindo-adv.com/asset/upload/news/2012/11/panasonic_20.jpgProspek Panasonic semakin melemah apalagi saham Panasonic diprediksi Rugi Rp 86 Triliun, yakni Sahamnya Anjlok 20%.Saham raksasa elektronik “Panasonic” anjlok lebih dari 20% yakni, setelah melaporkan proyeksi kerugian masif senilai US$ 9,6 miliar (Rp 86,5 triliun) di akhir Maret 2013.


Koreksi ini juga terjadi tak lama setelah banyak media melaporkan Panasonic akan menderita rugi US$ 5,6 miliar (Rp 50 triliun) dalam laporan kinerja terakhirnya, dua kali lebih tinggi daripada proyeksi kerugian perusahaan sebelumnya.Saham Panasonic dibuka 414 yen di bursa Tokyo, tertahan oleh autoreject batas bawah atau terkoreksi 19,45% sebesar 100 yen. Sahamnya sempat rebound sedikit ke 419 yen pukul 10:50 waktu setempat.Investor memutuskan membuang saham Panasonic setelah pengumuman dan berita kerugian itu dipublikasikan. Meski masih bisa meraup laba operasi, namun dengan tingginya biaya operasional maka labanya akan tergerus.
Panasonic pun berniat untuk melakukan segala upaya demi melakukan penghematan, termasuk menutup beberapa divisi yang sudah tidak menguntungkan dan mengurangi jumlah karyawan.Panasonic menderita hal yang sama dengan pesaingnya, Sony dan Sharp, yaitu lesunya penjualan televisi dengan banyak munculnya pemain baru di industri. Nilai tukar Yen yang cukup kuat juga menghantam industri manufaktur Jepang, terutama yang berorientasi ekspor.
Laju pertumbuhan bisnis televisi Jepang pun seolah ketinggalan jauh oleh pesaing dari luar negeri, seperti Samsung dari Korea Selatan dan Apple dari Amerika. Kedua perusahaan yang baru saja disebutkan justru bisa mencetak laba sangat tinggi.
UPAYA MENGATASI KETERPURUKAN
http://i.imgur.com/WH2wR.jpgPanasonic Corp akan membangun pabrik untuk memproduksi alat-alat elektronik rumah tangga di Eropa pada tahun ini. Melalui pabrik tersebut, Panasonic berharap bisa kembali meraih profit setelah mengalami kerugian terparah tahun lalu.Dengan membangun pabrik di Eropa, Panasonic bermaksud untuk mengurangi dampak dari tingginya nilai tukar yen yang selama ini melemahkan ekspor perusahaan-perusahaan Jepang. Sebelumnya, perusahaan elektronik asal Jepang tersebut telah memiliki pabrik alat-alat elektronik di Turki, Cina, dan beberapa negara Asia lainnya.
Meski Eropa tengah dilanda krisis ekonomi yang cukup parah, Panasonic optimis bahwa usahanya di kawasan tersebut bisa berjalan dengan lancar. Menurut Panasonic, pangsa pasar produk elektronik di Eropa masih sangat besar dengan angka penjualan mesin cuci dan kulkas mencapai 18 sampai 19 juta unit setiap tahunnya.
Saat ini, Panasonic hanya menguasai sekitar 0,5% dari total penjualan produk elektronik di Eropa, namun pemilik brand Viera dan Lumix tersebut menargetkan peningkatan penguasaan menjadi 5% di tahun 2018 mendatang. Panasonic juga menargetkan perolehan keuntungan sebesar US$627 juta pada tahun fiskal 2012/2013.


KESIMPULAN
Setelah melihat sebagian besar kisah Panasonic, kita bisa melihat bahwa untuk suksesitu sanga sulit. Akan terasa sangat sulit rasanya apabila kita tidak melakukan apapun untuk menjadi sukses. Bagaimanapun tindakan kita lah yang menentukan hasil dari pekerjaan kita. Seperti Panasonic mereka mengerahkan setiap kemampuan dan kapasitas, serta mengarahkannya untuk bias mengatasi keterpurukan. Tetap berusaha, pantang menyerah dan kepercayaan diri Konosuke dalam membangun Panasonic menjadi perusahaan raksasa di Jepang sangatlah pantas kita tiru dan di beri acungan jempol.
Kegagalan? Pasti ada kemungkinan untuk gagal seperti yang kita lihat di dalam Panasonic. Namun Kegagalan itu bisa kita sebut semata-mata kegagalan jika kita menikmati prosesnya, apalagi jika kita mendapatkan pembelajaran besar darinya dan mampu berinovasi seperti yang di lakukan Panasonic. Banyak yang memprediksi bahwa lima atau sepuluh tahun kedepan bahwa perusahaan Panasonic akan hancur akan tetapi Panasoni tetap berusaha mengatasi keterpurukan, contohnya dengan cara membangun pabrik di Eropa. Dan juga keterpurukan Panasonic akibat adanya perang dunia dan pada saat itu perusahaan panasonik hamper hancur akan tetapi Panasonic dapat bangkit kembali dengan modal tekad dan kegigihan dari sang pendiri yakni Konosuke Matsushita. Oleh karena itu untu saat ini kita hanya bisa melihat bagaimana nantinya pada tahun-tahun kedepan bagaimana prospek  Panasonic dan usaha-usahanya untuk tetap bisa bertahan.













No comments:

Post a Comment