Mar 24, 2015

PEMIKIRAN MENGENAI TEORI



Jenis Struktur Teoritis

Berdasarkan Wikipedia Bahasa Indonesia, Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah. Defenisi dari Teori menurut Mario Bunge adalah suatu sistem sistem hipotesis, dimana rumusan hukum terlihat jelas diantaranya. Sehingga kita dapat mengatakan bahwasannya inti dari teori adalah suatu sistem dari rumusan hukum.
Hukum atau ilmu hukum adalah suatu sistem aturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat dan dikukuhkan oleh penguasa, pemerintah atau otoritas melalui lembaga atau institusi hokum
Dalil bisa disebut pendapat yang dikemukakan dan dipertahankan sebagai suatu kebenaran atau keterangan yg dijadikan bukti atau alasan suatu kebenaran
Konsep adalah universal di mana mereka bisa diterapkan secara merata untuk setiap extensinya. Konsep juga dapat diartikan pembawa arti.
Variabel adalah suatu besaran yang dapat diubah atau berubah sehingga mempengaruhi peristiwa atau hasil penelitian. Dengan menggunakan variabel, kita akan mmeperoleh lebih mudah memahami permasalahan. Hal ini dikarenakan kita seolah-olah seudah mendapatkan jawabannya
Hipotesis adalah pernyataan dalam bentuk dugaan sementara yang harus dibuktikan kebenaranya.
Unsur-unsur yang terkandung dalam teori adalah konsep, dalil, dan hipotesis yang saling berhubungan dalam sebuah struktur sistematis yang memungkinkan diberikannya penjelasan dan prediksi. Hubungan yang sistematis dari hipotesis yang saling berhubungan ini diperoleh melalui formalisasi suatu teori.
Tingkatan formalisasi terdiri dari enam jenis utama struktur teoritis.
1.      Teori Deduktif lengkap
Sebuah struktur formal yang lengkap dengan penjelasan secara penuh dan menyeluruh dan perluasan deduktifnya dinyatakan secara lengkap.
2.      Teori Hierarki
Teori dimana komponen-komponennya terdiri dari kumpulan prinsip-prinsip dasar
3.      Teori Prapenggandaian Sistematis
Teori yang mengandaikan isi teori dari sebeumnya sudah lengkap atau lengkap sebagian
4.      Teori Kuasi-deduktif
Teori yang seolah-olah deduktif karena menggunakan logika induktif  dan proses induktif yang tidak lengkap, atau mengandalkan primitif relatif.
5.      Teori Percobaan
Sistem yang  dibuat tanpa modifikasi yang signifikan, hanya sebagian yang bisa dibuat menjadi struktur formal dan sebagian lain tidak dapat diformalisasi
6.      Teori yang Saling Berhubungan
Teori yang komponennya saling terhubung sehingga membentuk suatu konfigurasi atau pola yang dapat diidentifikasi.

3.1.2 Fungsi dan Struktur Teori
John Harvard dan Sheth Jagdish mengklasifikasikan fungsi teori menjadi empat kategori :
Ø  Fungsi Deskriptif
Mencakup penggunaan gagasan atau konsep dimana memberikan penjelasan terbaik atas suatu fenomena dan kekuatan yang mendasarinya
Ø  Fungsi Pembatasan
Mencakup pemilihan suatu kumpulan peristiwa favorit yang harus dijelaskan dan memberikan pengertian atas abstraksi yang diformulasikan dalam tahap tersebut
Ø  Fungsi Generatif
Kemampuan untuk menghasilkan hipotesis yang dapat diuji, yang merupakan suatu tujuan utama dari suatu teori, atau untuk memberikan prasangka, pemikiran, dan ide – ide  yang menjadidasar pengembangan suatu hipotesis
Ø  Fungsi Integratif
Kemampuan untuk menyajikan secara koheren dan konsisten, integrasi dari berbagai konsep dan hubungan dalam suatu teori.
Struktur suatu teori sama pentingnya juga karena menentukan fungsi dari teori tersebut. Struktur ini dapat digambarkan dalam tingkat-tingkat tertentu, diantaranya
1)      Tingkat abstraksi
Meliputi penyederhanaan dan generalisasi konsep dan hubungan untuk menghilangkan fitur-fitur yang kurang relevan dalam menjelaskan suatu fenomena.
2)      Realisme versus Idealisme
Para realis berpikir bahwa dunia telah memberikan mereka satu struktur yang harus mereka temukan. Mereka percaya apapun yang mereka rasakan benar-benar ada dan berasal dari dunia ini.  Sedangkan para idealis meyakini bahwa tidak terdapat dunia realistis eksternal dan riset yang dilakukan adalah untuk menciptakan struktur bukan menemukannya. Para Idealis berpikir bahwa kehidupan memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri
3)      Objektivitas versus subjektifitas
Mencerminkan dilema yang dihadapi oleh para peneliti dalam memandang suatu konsep dan usulan secara objektif, yaitu, dengan memberikan suatu arti yang umum, atau secara subyektif, yaitu memberikan suatu arti pribadi yang unik.
4)      Introspeksi versus ekstrospeksi
Mencerminkan dilema peneliti apakah memformulasikan teori secara introspektif, yaitu dari sudut panjang objek yang menjadi studi, atau secara ekstrospektif yaitu dari sudut pandang peneliti sebagai seorang pengamat.
5)      Tingkat formalitas
Muncul dari adanya kebutuhan dalam situasi tertentu untuk memberikan suatu teori formal secara khusus dan seragam mengintegrasikan seluruh aspek-aspek teori yang relevan.

No comments:

Post a Comment