Mar 24, 2015

AAA




BAB 6
SIKLUS AUDIT KINERJA
Siklus Audit Kinerja terdiri dari tiga tahap, yaitu :
1.      PERENCANAAN TINGKAT TIM: SURVEI PENDAHULUAN
Tujuan utama survei pendahuluan adalah untuk memperoleh informasi yang bersifat umum mengenai semua bidang dan aspek dari entitas yang diaudit serta kegiatan dan kebijakan entitas, dalam waktu yang relatif singkat.
Kegiatan survei pendahuluan meliputi :
a)      Memahami entitas yang diaudit
b)      Mengidentifikasi area kunci
c)      Menetapkan tujuan dan lingkup audit
d)     Menetapkan kriteria audit
e)      Mengidentifikasi jenis dan sumber bukti
f)       Menyusun laporan survei pendahuluan
g)      Mempersiapkan program pengujian terinci

2.      PELAKSANAAN
Pelaksanaan audit kinerja juga dikenal sebagai pengujian terinci. Tujuan utama pengujian terinci adalah:
a)      Menilai apakah kinerja entitas yang diaudit sesuai dengan kriteria
b)      Menyimpulkan apakah tujuan-tujuan audit tercapai
c)      Mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan untuk memperbaiki kinerja entitas yang diaudit, yang akan dituangkan dalam rekomendasi kepada auditee.

3.      TINDAK LANJUT
Audit kinerja dilaksanakan untuk mengadakan perbaikan terhadap kinerja entitas yang diaudit melalui pemberian rekomendasi. Auditor bertanggung jawab memantau sejauh mana rekomendasi dilaksanakan oleh auditee. Kegiatan auditee dapat dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu pemuktahiran (update) informasi, tindak lanjut di kantor, dan tindak lanjut di lapangan.
Dengan berakhirnya pembahasan dua bagian pertama, yaitu konsep sektor publik dan konsep audit kinerja, maka pembahasan akan dilanjutkan pada tiga bagian selanjutnya, yaitu praktik audit kinerja yang dilakukan pada tingkat individual atau tim audit.

No comments:

Post a Comment